Sidoarjo Nawacitapost - Pentingnya penanganan penyakit kanker di masyarakat, terutama dalam pencegahan dan deteksi dini, Civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK-UWKS) bersama Posyandu Lansia Nirmala menggelar Launching Pondok Paliatif di Wage Sidoarjo, Minggu (30/7/2023).
Bertempat di Balai RW12 Pondok Wage Indah II kelurahan Wage, Launching Pondok Paliatif didahului dengan gelaran seminar, kemudian dilanjutkan dengan pendeteksian kanker lewat Pasmear dan IVA.
-
Hadir dan memberikan wawasan dalam gelaran Launching Pondok Paliatif itu, 3 narasumber dari FK-UWKS : Dr. Pratika Yuhyi Hernanda, Msc, Phd., Dr. Mira Kusuma Wardhani, SpOG., dan Dr. Harman Agusaputra, SpPA.
Turut hadir pula, Kepala desa Wage beserta Ketua RW12 Wage dan TP-PKK serta para pengurus RT se wilayah tersebut.
-
Ketua panitia sekaligus moderator, Dian Islami dalam laporannya menjelaskan, pondok paliatif di RW 12 bermula dari kepedulian dan rasa Cinta ibu ketua RW dan ibu-ibu kader posyandu lansia Nirmala.
"Di RW 12, terdapat beberapa pasien dengan beberapa kasus kanker. Antara lain kanker payudara, kanker leher rahim, kanker usus, dll," ucap Dian.
"Kasus meninggal karena penyakit ini begitu menyedihkan dan kebanyakan ditemukan saat sudah masuk pada stadium lanjut," katanya.
Penderita kanker dan keluarga, ungkap Dian, biasanya tidak siap dan bingung apa yang harus dilakukan, sehingga psikologis tidak optimal dan malah memperberat penyakit.
"Untuk inilah pondok paliatif dibentuk, yaitu untuk melakukan pendampingan dan menyemangati. Dan yang lebih penting adalah untuk pendeteksian dini penyakit mematikan tersebut," terang Dian.
"Kepada perwakilan dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sebagai penggagas pondok Paliatif, terima kasih atas Supportnya," katanya.
Gelaran seminar diawali dengan materi deteksi dini kanker reproduktif pada wanita oleh Dr. Mira Kusuma Wardhani, dilanjutkan Dr. Harman Agusaputra ahli patologi anatomi yang menjelaskan tentang penanganan dan deteksi dini untuk pasien yang ter-diaksnosa Kanker payudara. Dan terakhir adalah paparan Dr. Pratika Yuhyi Hernanda disisi genetika kanker.
Lilis Widayati ketua Posyandu Lansia Nirmala menjelaskan, ada sekitar 160-an Lansia usia 60 tahun keatas di RW12 dan pada Juni 2022 lalu adalah awal perjalanan Posyandu Lansia Nirmala sehingga saat ini sudah banyak program yang telah dilakukan.
"Termasuk program pendampingan kepada Lansia penderita kanker. Sekalipun mereka sudah punya dokter pribadi, tapi disini kita bisa saling sharing dan menguatkan satu sama lain," ucap Lilis.
Dengan di launching nya Pondok paliatif, Lilis beserta para Lansia RW12 berharap tidak hanya dilayani periksa tekanan darah, kontrol berat dan tinggi badan, periksa saturasi oksigen dll, namun juga semakin menambah wawasan tentang penanganan dan pencegahan penyakit kanker.
Sementara itu, kepala Desa Wage Mashuda dalam sambutannya mengingatkan agar masyarakat tidak takut untuk memeriksakan kesehatannya.
"Selama ini masyarakat sangat takut untuk mengetahui kondisi kesehatannya, itu kebiasaan yang keliru, " Kata lurah Mashuda.
Dengan adanya pondok Paliatif, diharapkan masyarakat bisa mendeteksi sedini mungkin penyakitnya, khususnya untuk kanker. Sehingga pengobatannya dapat dilakukan lebih awal dan detail.
Terhadap FK-UWKS, lurah Mashuda berharap agar sosialisasi seperti ini tidak hanya dilakukan di RW12 saja, namun bisa merambah ke ke tingkat desa dengan peserta yang lebih banyak.
"Sehingga masyarakat luas dapat mengetahui bagaimana penanganan yang tepat untuk penderita kanker, " Tukas Lurah Mashuda.
Ditemui usai giat seminar, Dr. Pratika Yuhyi Hernanda mengatakan bahwa giat Edukasi Kanker ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma perguruan tinggi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yakni pengabdian masyarakat.
Paliatif, ungkap Dr. Tika, merupakan istilah perawatan untuk penderita Kanker. Namun, pondok paliatif di RW12 bentuknya bukan untuk melakukan terapi, tapi lebih ke pencegahannya.
"Istilahnya Sadanis, pemeriksaan payudara klinis, untuk pencegahannya kalau ada tanda-tanda, " Ungkapnya.
"Sedang untuk kanker serviks atau kanker leher rahim, pencegahannya didahului dengan pemeriksaan Pasmaer dan tes IVA, seperti yang dilakukan hari ini, " Terang Dosen Genelogi FK-UWKS ini.
Nantinya, kata Dr. Tika, sebulan sekali pondok paliatif bersama Posyandu Lansia Nirmala akan membuka konsultasi tentang kanker, sekaligus memberikan suport baik fisik maupun psikis.
"Karena disini selain banyak dokter dan tenaga medis, juga sudah dilengkapi alat-alat dan bahan untuk tes IVA, Pasmaer maupun Sadanis, " Tutur Dr. Tika.
Kanker sendiri menurut Dr. Tika, tidak muncul secara tiba-tiba atau terjadi dalam waktu yang lama yang disebabkan oleh pola makan, pola pikir dan lingkungan seperti adanya radiasi, polusi, dll.
Oleh sebab itu, untuk pencegahan Kanker, kepada masyarakat luas Dr. Pratika menghimbau agar memperbaiki pola makan, " Jangan makan makanan yang banyak mengandung banyak pengawet, pewarna, berlemak, kemudian juga banyak makan makanan yang sehat, " Tuturnya kembali.
Kemudian dari pola pikir, dosen UWKS ini menghimbau agar masyarakat menghindari stres yang berlebihan karena hal itu akan merubah Gen. "Yang tadinya Gen kita bisa menghambat penyakit kanker, tapi fungsi itu jadi terganggu, " Katanya.
Yang terakhir, Dr. Pratika menghimbau agar masyarakat dapat menjaga lingkungannya masing-masing.
Diakhir acara, peserta yang sebagian besar adalah para ibu itu diajak mendengarkan testimoni beberapa narasumber yang pernah di diagnosa menderita Kanker dan saat ini menjadi aktifis. Kemudian ditutup dengan Launching Pondok Paliatif dan diadakan sesi pemeriksaan. (BNW)