berita-peristiwa

Prajurit TNI Ditikam 10 Kali hingga Tewas di Tangerang akibat Rebutan Sate

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:40 WIB
Kasus pengeroyokan dan penusukan prajurit TNI AD di Tangerang karena cekcok antrean sate taichan. (Instagram/reskrim.tangsel) (Instagram.com/@reskrim.tangsel)

NAWACITAPOST.COM — Sebuah insiden berdarah yang dipicu hal sepele mengguncang wilayah Kelapa Dua, Tangerang. Seorang prajurit TNI, Prada Arif Budiman Sampurna, meregang nyawa usai dikeroyok dan dihujani belasan tusukan oleh sekelompok orang pada Minggu, 19 Juli 2026. Tragedi memilukan di Jalan Raya Permata Hijau Golf ini bermula hanya karena kesalahpahaman saat mengantre sate taichan.

Satreskrim Polres Tangerang Selatan mengungkap bahwa pertikaian meletus di area parkir tempat penjual sate taichan beroperasi. Cekcok mulut bernada tinggi tak terelakkan ketika korban dan kelompok pelaku saling klaim atas pesanan sate.

“Berawal dari parkiran di mana ada satu penjual sate taichan. Kenapa ada pertikaian ini? Jadi, para pelaku memesan empat porsi sate taichan, namun menurut korban, sate taichan tersebut milik korban,” ucap Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan dalam keterangannya kepada awak media pada Senin, 27 Juli 2026.

Baca Juga: Curhat Membara Penjual Pizza di Kaltim Syok 'Digeruduk' Satpol PP, Minta Pejabat Jual Es Dawet!

Suasana kian memanas hingga berujung aksi kekerasan fisik. “Pemantiknya adalah dari tersangka memukul korban duluan,” tutur Wira.

Kejaran Maut Motor vs Atlet Lari

Mendapat serangan mendadak, Prada Arif berusaha menyelamatkan diri dengan berlari. Sebagai seorang prajurit yang juga memiliki latar belakang atlet, korban sempat memicu aksi kejar-kejaran yang cukup jauh dari tempat awal kejadian.

“Memang dilihat dari CCTV, korban lari cukup kencang dan jauh. Makanya pelaku penusuk pun mengejar korban tidak mampu dia lari, dia mengejar menggunakan sepeda motor,” tegas Wira.

Nahas, korban yang terus berlari sejauh 500 hingga 800 meter akhirnya terpojok ketika pelaku yang membonceng sepeda motor berhasil memotong jarak. Tanpa ampun, senjata tajam dihujamkan secara brutal ke tubuh prajurit tersebut.

Baca Juga: PANAS! Aksi Mahasiswa Menggema di Kejagung Diwarnai Kericuhan: Desak Pengusutan Kasus Korupsi Tanpa Pandang Bulu!

“Jadi, awal mula cekcok hingga kemudian ada beberapa orang yang memukul pertama, lalu kejar-mengejar, hingga pada akhirnya di satu jalan raya korban ditusuk,” lanjut Wira.

Akibat pengeroyokan dan penyerangan sadis tersebut, korban mengalami luka yang amat parah di sekujur tubuhnya. Polisi mencatat korban menerima 5 tusukan di tubuh bagian depan dan 5 tusukan lainnya di tubuh bagian belakang sebelum akhirnya gugur.

7 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dari hasil penyelidikan mendalam dan analisis rekaman CCTV, kepolisian bertindak cepat dengan menetapkan 7 orang tersangka yang terbagi ke dalam 4 klaster peran:

  1. Klaster Pertama: BR alias CL (36) dan MKN alias RL (27) yang berperan mengejar korban.

  2. Klaster Kedua: FNK alias SM (26), RRGB alias RN (22), dan AEL alias ER (22) yang berperan mengejar sekaligus memukul korban.

Halaman:

Tags

Terkini

Hati-hati! Penipuan Berkedok Menang Undian

Senin, 20 Juli 2026 | 20:42 WIB