Jakarta NAWA CITA POST.com- Malang benar nasib 6 orang dari sekitar 150 orang, yang diduga korban penipuan berinisial UC ( Uis Cosanah ) warga Koja Jakarta Utara.
Uang untuk biaya pengobatan dan biaya masuk sekolah hilang akibat dugaan penipuan kerja di salah satu Instansi Pemda Jakarta.
Korban, sekitar 150 tersebut sudah menyerahkan uang kisaran 3 juta rupiah dengan dalih uang administrasi dan untuk Dinas.
Nyatanya sudah hampir tiga bulan janji pekerjaan di UPS Badan Air Jakarta Utara tidak pernah terwujud.
Padahal sejumlah uang telah disetor kepada UC katanya untuk administrasi dinas kisaranya mencapai 3 juta perorang.
Menurut salah satu korban, dirinya dijanjikan akan dipelerjakan di UPS Badan Air Jakarta Utara dengan kewajiban menyetor uang sebesar 3 Juta rupiah akan tetapi setelah lama ditunggu tidak ada kejelasnya.
Korban pun meminta uang kembali, tapi UC selalu berkilah dan enggan bertanggung jawab.
" Saya di tawari kesempatan kerja du UPS Badan Air oleh rekan saya, tapi katanya harus setor 3 jt nyatanya hampir tiga bulan tidak ada kejelasan, teman saya sudah setor ke UC dan ketika saya tanya pekerjaanya kapan, UC selalu berkilah," kata RR salah satu korban warga Kapuk Muara.
Hal sama dikatakan oleh salah satu korban lain, YJ ( inisial) mengatakan, dirinya dan lima temanya merasa tertipu, masalahnya ketika uang saya minta dikembalikan tapi terduga penipu UC selalu berkilah.
" Ketika saya menagih uang saya, saya kok malah akan dilaporkan ke kepolisian seharusnya dia yang harus bertangggung jawab jika tidak ada kejelasan saya akan laporkan ke kepolisian," jelas YJ (25/07/2023).
Menurut informasi yang dihimpun dugaan penipuan oleh UC bukan hanya terjadi pada warga Kapuk Muara saja tapi dibeberapa wilayah seperti Pademangan dan Koja pun sering terjadi aduan dugaan penipuanya.
" Hati - hati urusan kerjaan sama dia ( UC -red) banyak yang dirugikan dan bohong besar," kata salah satu warga Pademangan Timur.
Sementara itu ketika dihubungi pengawas UPS Badan Air kecamatan Penjaringan Rabuilapane mengatakan Dinas tidak pernah meminta uang jaminan kerja di UPS Badan Air dan rekruitmennya pun dilaksanakan pertahun melalui online .
" Saya memang mendengar hal seperti itu, katanya ada group WAnya dari Dinas, semuanya tidak benar dan kemungkinan penipuan, " katanya ( 26/07/2023).
Mendapat aduan perihal kasus tersebut Fahira Idris anggota DPD DKI Jakarta geram, dirinya mengatakan bahwa perbuatan tersebut sangat merugikan orang lain dan kriminal, beliaupun mengatakan para korban untuk segera menagih janji kalau tidak ditepati segera laporkan ke kepolisian.
" Laporkan saja ke kepolisian saya saya samgat mendukung, warga sudah sudah masih aja ada oknum yang berkelakuan seperti itu," geramnya. (Red)