Sabtu, 13 Juni 2026

Ratusan Siswa Madrasah di Jombang Demo, Minta Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Turun dari Jabatan

Photo Author
Teguh Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 13 November 2024 | 17:54 WIB
Ratusan siswa saat demo dengan membawa poster (foto istimewa)
Ratusan siswa saat demo dengan membawa poster (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Ratusan siswa dan siswa Madrasah Aliyah (MA) Darul Faizin Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, gelar aksi unjuk rasa. Minta Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah mundur dari jabatannya. Rabu (13/11/2024).

Ratusan peserta didik ini rela untuk meninggal kegiatan belajar hanya untuk menyampaikan keluh kesah mereka terhadap Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah yang dianggap menyengsarakan.

Pantauan dilokasi, para wali murid juga ikut serta melakukan aksi unjuk rasa mendampingi anak-anak mereka. Tampak puluhan poster bernada protes dibawa oleh para siswa dan siswi.

Baca Juga: PT PCI Jombang di Demo Mahasiswa, Mereka Menuntut Pihak Pabrik Perhatikan K3 Serta Dampak Lingkungan

Ratusan peserta didik ini menggelar aksi unjuk rasa bukan tanpa alasan. Sikap arogan Ketua Yayasan dan sikap diduga tak senonoh Kepada Sekolah jadi faktor ratusan peserta didik ini berunjuk rasa.

Diketahui, Madrasah Aliyah (MA) Darul Faizin ini berdiri di bawah naungan
YPPP (Yayasan Pondok Pesantren dan Pendidikan) Darul Faizin As-Syalafiyah.

Menurut salah satu siswa yang ikut berunjuk rasa, yakni MRA (17). Siswa kelas 12 IPS 1 ini mengatakan hanya satu tujuan siswa dan siswi ini berunjuk rasa, yakni menurunkan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah.

Baca Juga: Demo di Depan Bawaslu Surabaya: Massa Desak Ketua Novli Mundur,

"Tuntutan siswa, kami ingin Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah turun dari jabatan. Karena Ketua Yayasan memiliki sifat arogan dan Kepala Sekolah yang sering membuat hal tidak senonoh kepada siswi," ucapnya saat diwawancarai awak media di lokasi.

MRA membeberkan, perilaku arogan Ketua Yayasan dan tindakan tidak senonoh Kepala Sekolah yang diduga melecehkan siswi.

"Seperti contoh memeluk, mencolek pinggang siswi atau bahkan hal-hal lain. Untuk Ketua Yayasan itu arogan. Pernah memukul siswa dengan tongkat hanya karena siswa itu menurutnya membuang sampah sembarangan," katanya.

Baca Juga: Warga Banjardowo - Kabuh Demo di Kantor Desa, Menuntut Kades Turun Dari Jabatan

Menurut MRA, hal itu sudah berulang kali terjadi. Namun, para peserta didik hingga guru tidak ada yang berani untuk mengungkapkan. Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai aksi protes, para siswa juga sempat mogok tidak masuk sekolah selama satu hari.

"Kami juga dulu sempat mogok sekolah satu hari. Sebenarnya target kami satu Minggu, tapi karena ketahuan, jadi kami masuk lagi. Dan itu para guru yang disalahkan oleh Ketua Yayasan. Kami kasihan kepada guru-guru," ujarnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini