Kamis, 4 Juni 2026

BPK Kemendikbudristek wilayah XI Jatim gagas Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan Jawa Timur

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 12 September 2024 | 11:41 WIB
Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur Digelar oleh Kemendikbudristek, Kamis (12/9/2024) (Nawi)
Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan di Jawa Timur Digelar oleh Kemendikbudristek, Kamis (12/9/2024) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI (Jawa Timur) di bawah naungan Kemendikbudristek menggagas acara "Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan Jawa Timur" pada Kamis, 12 September 2024.

Bertempat di Balai Pemuda Surabaya, acara ini merupakan inisiatif untuk memperkuat ketahanan budaya sekaligus meningkatkan kontribusi kebudayaan Indonesia di tingkat global, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, dalam sambutannya menegaskan bahwa diskusi mengenai pemajuan kebudayaan adalah isu strategis dan sesuai dengan amanah konstitusi.

Baca Juga: PoA FK UWKS: Mahasiswa Baru Hasilkan 1 Buku, Belasan Jurnal Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual

"Dalam melaksanakan pemajuan kebudayaan, kita perlu berinovasi agar tetap relevan bagi generasi saat ini dan yang akan datang. Peran pemerintah kini seharusnya menjadi fasilitator, sementara kreativitas dan kolaborasi dilakukan secara luas," ujar Hilmar Farid.

Selain itu, Hilmar juga menyampaikan pentingnya kebudayaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menyoroti perubahan iklim yang tengah terjadi dan menyatakan bahwa kebudayaan harus berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.

"Kebudayaan kita terbentuk dari interaksi manusia dengan alam. Ketika lingkungan baik, kebudayaan juga dapat tumbuh dengan baik, dan kita berharap kebudayaan dapat berkontribusi untuk menjaga kelestarian alam," jelasnya.

Baca Juga: Denny Caknan Guncang Espetanica, Cak Ji Joget Bersama Puluhan Ribu Penonton

Diskusi ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti Kukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A., (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unair), Dr. Sri Endah Kinasih, S.Sos., M.Si., (Dosen Ilmu Sosial dan Politik Unair), dan Andi Malewa, S.T. (Rektor Musik Jalanan).

Selain diskusi, acara ini juga diwarnai dengan pertunjukan seni, seperti Ekspresi Jaranan dari Sanggar Kudha Manggala Tulungagung dan pentas Ludruk Remaja dari PPST SMP Negeri 4 Malang.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, Endah Budi Heryani, dalam sambutan penutupnya, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam memajukan kebudayaan. "Kolaborasi dan komunikasi yang aktif sangat penting dalam pemajuan kebudayaan, dengan semangat gotong royong atau kerja bersama," tegas Endah.

Baca Juga: Berniat Pindah ke Komisi D, Imam Syafi'i Harap Wali Kota Surabaya Pilih Kadis Mitra Terbaik

Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya memajukan kebudayaan di Jawa Timur.

Diskusi ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah mengenai urgensi pemajuan kebudayaan di Jawa Timur.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini