Jumat, 5 Juni 2026

Keterkaitan Banjir dengan Penyakit DBD: Dampak Negatif terhadap Kesehatan Masyarakat

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 4 April 2024 | 18:31 WIB
Ilustrasi Keterkaitan Banjir dengan Penyakit DBD (Istimewa)
Ilustrasi Keterkaitan Banjir dengan Penyakit DBD (Istimewa)

DBD tentunya merupakan penyakit yang memiliki dampak kesehatan yang cukup serius bagi kesehatan masyarakat seperti :

1. Kematian

DBD dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. Angka kesakitan dan kematian akibat DBD dapat bervariasi di berbagai wilayah, dengan beberapa provinsi di Indonesia memiliki angka kematian yang cukup tinggi.

2. Komplikasi

Komplikasi DBD yang perlu diwaspadai meliputi mimisan, gusi berdarah, perdarahan di bawah kulit, muntah berwarna hitam, batuk darah, feses berwarna hitam, serta kesulitan menelan makanan dan minuman.

Tingginya persebaran kasus DBD yang ada di Indonesia menyebabkan meningkatnya beban pelayanan kesehatan. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti menyoroti tingginya lonjakan beban pembiayaan untuk penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Baca Juga: 'UPN Mengabdi', Pengmas Dosen FK UPN Veteran Jatim Fokus Deteksi Dini Anemia

Lonjakan yang terjadi bahkan menyebabkan beban penyakit BPJS Kesehatan mencapai lebih dari Rp 1 triliun pada 2022. Prof Ghufron mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan lonjakan beban BPJS Kesehatan untuk penyakit DBD.

Beberapa di antaranya adalah karena lonjakan kasus yang terjadi dan tingkat kepercayaan masyarakat untuk menggunakan BPJS Kesehatan yang juga bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran dari DBD harus segera diatasi untuk mengurangi beban dari pelayanan kesehatan masyarakat.

Pasca banjir akan meninggalkan sisa genangan-genangan yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan nyamuk penyebab DBD (aedes aegypti). Untuk menanggulangi dan sebagai langkah preventif agar tidak terjadi membludaknya kasus DBD, perlu ada hal-hal yang dilakukan oleh masyarakat.

Baca Juga: UPN Mengabdi: Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Jatim Gencarkan Edukasi Hidup Sehat

Dilansir dari website KEMENKES RI pada 8 Maret,2022. Ada 4 langkah yang perlu dilakukan sebagai pencegahan demam berdarah dengue, 4 langkah tersebut antara lain penggunaan kelambu di area tempat tidur dan jendela, pola 3M(Menguras, Mengubur, dan Menutup), konsumsi vitamin C secara rutin, dan memperoleh vaksin dengue.

Penerapan yang baik beberapa langkah diatas, merupakan kunci penting dalam meminimalisir kemungkinan seseorang terpapar demam berdarah dengue selama musim penghujan seperti saat ini. Apabila mengalami gejala penyakit demam berdarah seperti demam tinggi, mual, dan muncul ruam atau bintik merah dalam tubuh, segera periksakan diri ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Salah satu gangguan kesehatan akibat banjir adalah penyakit demam berdarah. Banjir seringkali menimbulkan masalah seperti tumpukan sampah dan genangan air, serta disertai kelembaban yang tinggi sehingga menjadi kondisi ideal bagi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah karena kenaikan suhu dan perubahan musim hujan dan kemarau, negara dengan iklim tropis dan subtropis sangat rentan terhadap penularan virus dengue.

Genangan air dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, penyebab virus dengue. Di Indonesia, kasus DBD terus meningkat. Pada tahun 2021, ada 73.518 kasus dan 705 kematian; pada tahun 2022, ada 131.265 kasus dan 1.183 kematian. Dari Januari hingga Juli 2023, 42.690 orang terinfeksi DBD dan 317 meninggal.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini