NAWACITAPOST.COM — Tragedi mencekam kembali mewarnai operasi penanggulangan bencana di tanah air ketika sebuah helikopter yang mengemban misi kemanusiaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami kecelakaan fatal.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di perairan Sungai Barito, tepatnya di kawasan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu siang, 8 November 2026.
Burung besi berbadan besar jenis Eurocopter EC225LP Super Puma itu terhempas dan jatuh ke badan sungai saat tengah berjuang menjinakkan amukan si jago merah melalui udara.
Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun, helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut sedang menjalankan prosedur krusial pengambilan air menggunakan bambi bucket—sebuah wadah khusus yang digantungkan di bawah helikopter untuk menyuplai air bagi operasi water bombing.
Namun, di tengah manuver krusial tersebut, petaka datang tanpa diduga. Helikopter dilaporkan mendadak kehilangan kendali sesaat setelah mengangkat air dari aliran Sungai Barito, sebelum akhirnya menukik tajam dan membentur permukaan air sungai secara dramatis.
Detik-detik menegangkan sebelum insiden tersebut bahkan terekam jelas dalam sebuah video amatir yang langsung beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman berdurasi singkat yang diunggah oleh akun Threads @bpkpalm.21, kepanikan terekam jelas melalui suara perekam video yang menyaksikan langsung detik-detik jatuhnya armada udara tersebut.
Baca Juga: Tiga Dekade Mengabdi, Eka Sila Kusna Jaya Nakhodai Pajak Jakarta Timur Era Suahasil Nazara
“Helikopter gugur nah, di Sungai Barito. Itu ya helikopternya,” ucap sang perekam video dengan nada cemas, menggambarkan betapa cepat dan mengejutkannya insiden yang terjadi di hadapan warga setempat.
Di balik dahsyatnya benturan dan dramatisnya detik-detik kejatuhan helikopter di tengah sungai, keajaiban masih berpihak kepada para awak yang bertugas di dalam kokpit.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, memberikan konfirmasi resmi mengenai keselamatan seluruh personel yang berada di dalam armada tersebut.
“Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut diketahui membawa tiga orang kru penerbangan. Berdasarkan laporan awal, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujar Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya kepada awak media pada Minggu, 8 November 2026.
Berton juga memaparkan analisis awal di lapangan yang memperkuat dugaan bahwa insiden bermula dari gangguan teknis saat manuver pengisian air.
“Tampak pada tangkapan video amatir helikopter kehilangan kendali saat bermanuver setelah mengambil air dengan bambi bucket di sungai,” imbuhnya menjelaskan kronologi singkat kecelakaan tersebut.
Menanggapi status operasional armada udara tersebut, BNPB memberikan klarifikasi terkait kepemilikan unit. Berton menyebutkan bahwa helikopter nahas itu merupakan unit milik pihak swasta yang digandeng dan dikontrak secara resmi oleh BNPB guna memperkuat armada pemadaman karhutla nasional di wilayah rawan kebakaran.
Kendati seluruh kru dipastikan selamat dari maut, tabir misteri di balik penyebab pasti kecelakaan maut ini masih belum terungkap sepenuhnya.
Baca Juga: Mengenal Arief Wibisono: Arsitek Kebijakan Keuangan di Balik Meja Strategis Menkeu Suahasil Nazara
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BNPB bersama instansi berwenang terkait masih dikerahkan secara penuh dan bersiaga di lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta melakukan investigasi mendalam.
“Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan dan laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang,” pungkas Berton menutup keterangannya.
Penyelidikan lanjutan kini tengah berjalan untuk memastikan faktor-faktor pemicu hilangnya kendali helikopter tersebut, guna menjadi evaluasi keselamatan yang ketat bagi kelanjutan misi-misi kemanusiaan di masa mendatang.(***)
Artikel Terkait
Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II Kuatkan Sinergi Strategis Industri Hasil Tembakau
Sensasi Motor Balap Rp15 Jutaan: Berburu Fairing Bekas Tanpa Jebakan Biaya Perbaikan
Bara Ruang Sidang: Jokowi Pamerkan Ijazah Asli, Roy Suryo Tetap Ngotot Sebut Palsu!
Maut di Garis Finis: Menguak Sisi Gelap Ekstrem di Balik Marathon
Bromo Erupsi, Wisatawan Masih Bisa Liburan? Ini Batas yang Tak Boleh Dilanggar!