JAKARTA, NawacitaPost.com - Ulah Emak-emak yang berhimpun dalam Aspirasi selalu saja tidak ada matinya. Acara Milad atau hari lahir Bunda Jatiningsih pun mereka buatkan acara spesial, pada Selasa 13 Desember 2022. Meski saat milad itu sendiri telah berlalu beberapa hari kemarin, yaitu pada 7 Desember 2022. Tapi lantaran kesembuhan dari sakit belum sepenuhnya pulih, maka perayaan milad yang ngeprank itu terpaksa ditunda oleh kawan-kawan Aspirasi.
Kata Bunda Wati Imhar Burhanudin, acara ngeprank kawan-kawan Aspirasi sungguh sangat berhasil dan sempurna, hingga mampu membuat surprise untuk Bunda Jati dan terharu sampai menitikkan air mata atas perhatian kawan-kawan seperjuangannya di Aspirasi Indonesia.
Aspirasi Indonesia sendiri memang sekumpulan Emak-emak seide dan sependapat dalam menyikapi tata kelola bangsa dan Negara Indonesia yang mengkhawatirkan masa depan yang diidealkan.
Bunda Jatiningsih sendiri -- meski masih dalam kondisi belum sepenuhnya pulih dari kesehatannya -- toh datang juga dari Wilayah Jakarta Timur -- cukup jauh untuk sampai ke Sekretariat Aspirasi di kawasan elit Antasari, Jakarta Pusat.
Dalam prakatanya mewakili Aspirasi Indonesia, Wati Imhar Burhanudin mengungkapkan kegembiraan hatinya atas acara ngeprank hingga dapat menggembirakan dan menambah semangat Bunda Jati, bahkan bisa semakin membuat sehat dan bugar.
Kecuali itu, Bunda Wati Imhar juga memberi arahan bila fokus aksi dan unjuk rasa yang akan dilakukan Aspirasi adalah penolakan terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang hendak diberi kebebasan berkembang di Indonesia.
"LGBT itu sangat berbahaya bagi generasi muda kita", tandas Bunda Wati. Sebab dengan begitu akan menggerus dan menghancurkan keyakinan beragama anak cucu kita di masa mendatang, imbuhnya.
Bunda Jati sendiri merasa sangat suprise atas acara ngeprank yang dilakukan kawan-kawan Aspirasi untuk milad dirinya. Maisyaroh, Ida, Salwita, Nina dan bisa disebut hampir semua anggota Aspirasi yang ada di Pengurus Pusat Aspirasi Indonesia tampak hadir memeriahkan hari kebahagiaan itu.
Peran Pak Soleh mensukseskan acara ngeprank ini, tidak kalah penting, bahkan ikut terlibat dalam skenario cerita gede ini.
Bunda Jati sendiri tanpa sangat terharu sambil menceritakan
KSA -- suatu wadah usaha ekonomi bersama seluruh anggota Aspirasi yang kini telah memiliki legalitas formal sebagai bentuk usaha, sehingga kiprahnya dalam usaha bagi anggota bisa semakin leluasa mengembangkan usahanya masing-masing melalui wahah koperasi ini, kata Bunda Jatiningsih.
Usai acara milad dan pemberian beragam hadiah, Bunda Wati mengkreasi acara itu dengan menghadirkan juga sejumlah tokoh seperti Ketua Alumni Usakti, Chairul, Ketua Forum Pejuang Bangsa Hendra Jhon, Serta dari MUI Muhamad Tamim dan Fahri Lubis mengisi diskusi hingga menjelang magrib.
Angrid dari alumni Usakti berjanji akan aktif bersama Aspirasi, karena baru memahami dan menyadari bila perlakuan terhadap suaminya Muhamad Rahmad yang telah bekerja lebih dari 20 tahun di sebuah televisi swasta di Jakarta, telah menjadi korban Omnibus Law, yang kemudian disahkan menjadi UU Cipta Kerja oleh pemerintah.
Suaminya yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun pada sebuah televisi swasta di Jakarta, hanya akan menerima dana pensiun sekitar 60 juta. Padahal, dari kalkulasinya bersama karyawan lainnya dari televisi tersebut, setidaknya bisa mendapatkan dana pensiun 300 juta rupiah.
Kalkulasi nilai dana pensiun yang kacau itu, konon ceritanya akibat langsung dari UU Omnibus Law yang kemudian disebut UU Cipta Kerja itu.
Pendek kata, acara diskusi di Markas Aspirasi ini semakin sore jadi semakin gayeng dengan menukil sejumlah pengalaman, untuk semakin menegarkan daya juang Emak-emak Aspirasi guna terus berkiprah dalam berbagai aktivitas serta kegiatan ke depan demi dan untuk bangsa serta membaiknya kondisi negara dalam tata kelolanya yang kini sangat mengkhawatirkan.
Begitulah acara nge-prangk dalam budaya Aspirasi Indonesia akan dijadikan semacam tradisi untuk membuat acara dan melakukan diskusi pendalaman untuk berbagai hal guna memompa semangat juang Emak-emak bersama sejumlah tokoh dengan topik kekacauan tata kelola negeri ini hingga masalah dana pensiun dari televisi swasta di Indonesia sebagai akibat langsung dari UU Omnibus Law yang kemudian disebut UU Cipta Kerja yang dampaknya sangat menggacaukan bagi pekerja di Indonesia. Karena semua UU yang dibuat rezim hari ini dominan tidak berpihak pada rakyat.
Jakarta 13 Desember 2022
Jacob Ereste.
Editor: Famati Ndruru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Selasa, 19 Mei 2026 | 19:50 WIB
Selasa, 28 April 2026 | 06:26 WIB
Senin, 27 April 2026 | 13:52 WIB
Rabu, 22 April 2026 | 19:53 WIB
Rabu, 22 April 2026 | 19:52 WIB
Rabu, 22 April 2026 | 19:51 WIB
Selasa, 14 April 2026 | 17:12 WIB
Selasa, 14 April 2026 | 15:33 WIB
Selasa, 14 April 2026 | 15:18 WIB
Kamis, 5 Maret 2026 | 06:00 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:23 WIB
Kamis, 18 Desember 2025 | 06:00 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:28 WIB
Jumat, 26 September 2025 | 08:13 WIB
Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:09 WIB
Sabtu, 8 Februari 2025 | 15:20 WIB
Jumat, 7 Februari 2025 | 21:58 WIB
Kamis, 6 Februari 2025 | 18:46 WIB
Kamis, 6 Februari 2025 | 18:26 WIB
Kamis, 6 Februari 2025 | 17:54 WIB