NAWACITAPOST.COM – Pasar logam mulia kembali bergolak. Harga emas Antam di Pegadaian naik tajam pada perdagangan Kamis (8/10/2026), menghentikan tren mendatar dan membawa angin segar bagi para investor yang mengincar aset aman (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Dikutip dari laman logam mulia Kamis (8/10/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.619.000 per gram, naik Rp10.000 dari harga Rabu (7/10/2026) yang tercatat Rp2.609.000 per gram.
Kenaikan ini mempertegas performa positif emas batangan sebagai instrumen pelindung nilai terkemuka di dalam negeri. Selain harga jual, Pegadaian juga mencatat harga buyback emas Antam 1 gram sebesar Rp2.343.000 per gram.
Perubahan harga tersebut menjadi salah satu acuan bagi masyarakat yang ingin membeli maupun menjual kembali emas batangan Antam melalui Pegadaian. Penguatan harga ini merambah secara merata ke seluruh pecahan emas batangan yang ditawarkan.
Untuk ukuran lainnya, emas Antam 0,5 gram dijual Rp1.361.000 dengan harga buyback Rp1.171.000. Sementara emas ukuran 2 gram berada di Rp5.177.000 dan buyback Rp4.686.000.
Kemudian, emas Antam 3 gram dibanderol Rp7.740.000 dengan harga buyback Rp7.029.000. Untuk ukuran 5 gram, harga jualnya mencapai Rp12.866.000, sedangkan harga buyback sebesar Rp11.715.000.
Bagi investor bermodal besar yang membidik ukuran lebih berbobot, lonjakan harga juga terasa signifikan. Harga emas Antam ukuran 10 gram tercatat Rp25.675.000, sementara ukuran 25 gram mencapai Rp64.059.000.
Baca Juga: Dari Keluhan Menjadi Kebijakan, Yasonna Laoly Ungkap Perjalanan Aspirasi Rakyat di DPR RI
Adapun emas 50 gram dijual Rp128.038.000 dan ukuran 100 gram mencapai Rp255.996.000. Untuk harga buyback, emas 10 gram berada di Rp23.430.000, 25 gram Rp58.287.000, 50 gram Rp116.574.000, dan 100 gram Rp233.148.000.
Sementara itu, emas Antam ukuran 250 gram hingga 1.000 gram belum tersedia di Pegadaian pada Kamis (8/10/2026). Gerak naik emas batangan domestik ini sejatinya memantulkan laju tensi pasar finansial internasional.
Pergerakan harga emas domestik turut dipengaruhi kondisi pasar emas global. Pada Kamis pagi, harga emas dunia berada di level 4.123,22 dollar AS per ons dan tercatat naik 0,30 persen secara harian.
Kendati demikian, laju komoditas bernilai tinggi ini masih terus dibayang-bayangi fluktuasi jangka pendek. Namun, secara bulanan harga emas masih mengalami koreksi sebesar 6,24 persen. Dalam periode satu tahun terakhir, harga emas masih mencatat kenaikan 3,74 persen.
Baca Juga: Sinyal Kuat Ekonomi Nasional: Menkeu Suahasil Nazara Bawa Indonesia Lampaui Ketidakpastian Global
Para pelaku pasar kini terus bersiap mengantisipasi riak pergerakan lanjutan di pasar uang global. Tekanan terhadap harga emas global terjadi ketika pasar mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Artikel Terkait
MK Ungkap Temuan soal Ijazah Gibran, Namun Permohonan PHPU Tetap Ditolak
Benteng Ekonomi RI, Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Pengawasan Bea Cukai Harus Lindungi Rakyat
Gempur Penyelundupan Jalur Laut, Bea Cukai Tembilahan Gagalkan Sabu Malaysia Senilai Rp4,28 Miliar
Akselerasi Ekonomi Ngawi, Kanwil Bea Cukai Jatim II Terbitkan Izin Fasilitas Cepat
Gebrakan Baru Ekonomi Aceh: Bea Cukai Lhokseumawe Resmi Melegalkan Pabrik Rokok Lokal