NAWACITAPOST.COM — Ketelitian aparat penegak hukum di garis batas perairan Nusantara kembali membuahkan hasil nyata.
Dalam sebuah aksi mencekam di tengah laut, Bea Cukai Tembilahan bersama Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai serta Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir berhasil mencegat penyelundupan narkotika golongan I jenis methamphetamine atau sabu lintas negara seberat ±3.174 gram.
Ungkapan keberhasilan dari operasi bersandi Patroli Bersama Berantas Rantai Narkotika (Patma Berani) Tahun 2026 ini diunggah secara resmi oleh akun Facebook Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Rabu (07/10/2026).
Operasi senyap yang membongkar penyelundupan jaringan internasional ini bermula dari koordinasi ketat, pertukaran informasi sensitif, serta analisis tajam yang dilakukan tim gabungan pada Selasa (29/09/2026).
Petugas mengendus adanya skenario terstruktur untuk memasukkan barang haram ke wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Berbekal hasil pendalaman taktis tersebut, Bea Cukai Tembilahan bersama tim gabungan langsung memfokuskan target pada kapal niaga kayu KLM Mega Indah yang diketahui berlayar dari kawasan Pasir Gudang, Malaysia.
Puncak perburuan terjadi pada Rabu (30/09/2026) dini hari. Sekitar pukul 05.35 WIB, dalam keremangan fajar, tim gabungan berhasil mendeteksi pergerakan KLM Mega Indah yang mulai menyusup masuk ke perairan strategis Pulau Burung, Indragiri Hilir.
Baca Juga: Langkah Tertahan, Indonesia Masih Terpaku di Bawah Malaysia dalam Klasifikasi FTSE Russell
Tanpa membuang waktu, petugas mengintersepsi, melakukan penghentian paksa, dan menggelar pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sudut sarana pengangkut laut tersebut.
Usaha pelaku yang mencoba mengelabui petugas akhirnya kandas. Dalam penggeledahan intensif di ruang kamar mesin yang sempit dan gelap, petugas menemukan tiga bungkus plastik berisi kristal putih methamphetamine dengan berat bruto mencapai 3.174 gram.
Untuk menyamarkan keberadaannya, barang haram senilai miliaran rupiah tersebut disembunyikan secara rapi di bawah palka kapal dan ditutupi dengan drum air berukuran besar.
Hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara mengungkap bahwa barang terlarang itu sedianya bakal diserahterimakan kepada pemesan di kawasan Sungai Guntung.
Menerima informasi tersebut, tim gabungan bergerak cepat melakukan aksi pengembangan (controlled delivery) ke lokasi tujuan.
Meski pemeriksaan di titik penerimaan belum membuahkan barang bukti tambahan maupun menangkap sosok penerima utama, langkah tegas petugas berhasil memutus rantai edar utama di tingkat kurir.
Dua orang awak kapal yang diduga kuat berperan aktif sebagai kurir langsung digelandang bersama seluruh barang bukti menuju Kantor Bea Cukai Tembilahan guna menjalani proses pemeriksaan awal secara intensif, sebelum akhirnya diserahterimakan kepada penyidik Polres Indragiri Hilir.
Secara kalkulasi ekonomi dan dampak sosial, penindakan bernilai strategis yang digalang Bea Cukai Tembilahan ini berhasil mengamankan barang bukti sabu senilai kurang lebih Rp4,28 miliar.
Keberhasilan penyitaan ini tidak sekadar menggagalkan transaksi bisnis haram, tetapi juga berhasil menyelamatkan sekitar 15.870 jiwa warga Indonesia dari bahaya jerat penyalahgunaan narkotika, sekaligus memberikan estimasi potensi penghematan keuangan negara untuk pemulihan sosial sebesar Rp14,16 miliar.
Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Eko Budi Setiawan, menegaskan bahwa kesuksesan menggagalkan penyelundupan bernilai fantastis ini merupakan bukti konkret solidnya integrasi antarinstansi penegak hukum di lapangan.
“Penindakan ini menunjukkan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mengantisipasi peredaran narkotika melalui jalur perairan. Bea Cukai Tembilahan bersama jajaran aparat penegak hukum akan terus memperkuat pengawasan dan pertukaran informasi untuk mencegah masuk dan beredarnya narkotika di wilayah Indragiri Hilir,” ujar Eko.
Seluruh barang bukti sabu bernilai tinggi beserta dua orang terduga pelaku kini telah resmi diserahkan sepenuhnya kepada Polres Indragiri Hilir guna menjalani proses hukum lanjutan, pengembangan jaringan, serta pengungkapan aktor intelektual di balik penyelundupan tersebut.
Artikel Terkait
Gempa M5,2 Guncang Lombok Barat, Getaran Kuat Terasa Hingga Pulau Bali
Ada di Level Berapa? Rupiah Kembali Tertekan di Kisaran Rp17.800 per Dolar AS
Kawal AMDAL Proyek AI Rp3,5 Triliun Jatiluhur, Dedi Mulyadi Turunkan Pakar ITB-UI
Sering Ragu dengan Isu Viral? Jurnalis Buka Rahasia OSINT Kembangkan Konten Kredibel
Kilas Balik Sejarah Finansial ASEAN: Vietnam Resmi Naik Kelas Sejajarkan Diri dengan Indonesia