Islam menyembah Allah Yang Maha Esa. Sebagian ilmuwan muslim tidak menyebut "Tuhan Allah" karena Tuhan itu adalah konsep agama Kapitayan untuk menyebut manifestasi positif Sang Hyang Taya. Jadi langsung saja Allah SWT tanpa awalan Tuhan. Orang Kristen juga memberi nama Tuhan dengan el, eloah, YHWH, Yahweh, Jehovah dan sebagainya, itu semua sekedar nama, tapi yang mereka maksud sama dengan yang dimaksud Abram. Bahkan kristen kontemporer juga memberi nama Allah kepada Tuhannya, dengan penyebutan satu "L" bukan double "L" sebagaimana muslim.
Selain agama-agama padang pasir dan agama-agama india, nenek moyang kita juga dimasuki oleh agama-agama cina, diantaranya Kong Hu Chu. Kong Hu Chu ini diakui oleh Pemerintah RI, Tuhan yang mereka sembah adalah Tian Yang Maha Esa (menurut mereka). Semakin banyaklah nama Tuhan di bumi Indonesia.
Dari sekian nama Tuhan di atas, Allah SWT yang paling banyak disebut orang di Indonesia. Dari sekian hantu di atas, Komunisme atau PKI yang paling ditakuti sehingga banyak disebut oleh bangsa indonesia.
Tapi kita jangan kagetan dan jangan khawatir berlebihan, bangsa Indonesia punya Pancasila. Pancasila kemungkinan besar digali dari agama kapitayan, agama asli austro-melanesia (nenek moyang kita) jauh sebelum datangnya agama-agama ibrani (padang pasir), agama-agama india dan agama-agama cina.
Nenek moyang kita adalah monotheis, penyembah Tuhan Yang Maha Esa, bukan penyembah batu, pohon dan sebagainya. Oleh karena itu sila pertama Pancasila tegas "Ketuhanan Yang Maha Esa", kelima sila tidak boleh diperas-peras lagi, nanti hantunya datang.
*) Penulis adalah Pengurus NU dan IKA PMII Wilayah Jawa Timur.
Update : BNW