advertorial

Jabar Perkuat Link and Match SMA-SMK dengan Industri untuk Perluas Serapan Tenaga Kerja

Jumat, 4 September 2026 | 20:13 WIB
Ilustrasi

NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui penguatan keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempererat integrasi sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan sektor industri.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, kolaborasi antara sekolah dan industri perlu dibangun sejak dini agar lulusan memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui integrasi tersebut, siswa SMA maupun SMK akan dipersiapkan dengan keterampilan yang dibutuhkan industri. Khusus untuk SMK, Dedi menilai perlu dikembangkan program kejuruan dengan spesifikasi yang lebih fokus pada bidang industri tertentu sehingga lulusan memiliki keahlian yang relevan dan dapat langsung masuk ke dunia kerja.

"Ke depan, tenaga teknis harus dipersiapkan sejak kelas 10 SMA dan SMK. Nanti kelasnya terintegrasi (dengan industri)," ujar Dedi saat menghadiri peresmian pabrik kendaraan listrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, semakin banyak tenaga kerja yang terserap industri akan berdampak pada terbentuknya kelas menengah baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga meninjau langsung proses manufaktur kendaraan listrik dan berdialog dengan sejumlah pekerja. Ia mengapresiasi keberadaan tenaga kerja yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi industri dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal melalui pembukaan lapangan kerja.

Ia berharap setiap investasi yang masuk ke Jawa Barat tidak hanya meningkatkan aktivitas industri, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru, menggerakkan perekonomian daerah, serta meningkatkan daya saing Jawa Barat.

Dengan semakin kuatnya ekosistem pendidikan dan industri, Jawa Barat diharapkan mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus menjadi lokomotif investasi manufaktur di Indonesia.

 

Sumber: Adi Komar, HUMAS JABAR

Tags

Terkini