"Algoritma pajak kita hanya tajam ke bawah, tapi tumpul dan bersahabat ke atas."
3 Tuntutan Radikal untuk DPR Sebelum Mengetok Pajak Baru
Sebelum DPR kembali mengetok palu regulasi pajak yang menyengsara rakyat, Dr. Suriyanto menegaskan 3 langkah darurat yang wajib dilakukan:
1. Tekan Koruptor, Bukan Rakyat!
Panggil Menkeu, Jaksa Agung, dan KPK. Bentuk Pansus Perampasan Aset sekarang juga! Kejar dana WNI di Singapura memanfaatkan sistem Automatic Exchange of Information (AEOI). Ambil dulu uang rakyat yang dirampok di sana, baru bicara soal pajak baru!
2. Putus Rantai Monopoli Dagang Singapura
DPR wajib memanggil Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM. Bongkar total supply chain kotor yang memaksa kita membayar mahal untuk barang milik kita sendiri. Cabut seluruh insentif bagi perusahaan yang sengaja menimbun keuntungan (booking profit) di Singapura. Kedaulatan ekonomi harus dimulai dari kedaulatan jalur dagang!
3. Rombak Total Tax Algorithm yang Diskriminatif
Hentikan segera pajak berbasis omzet untuk UMKM dengan omzet di bawah Rp10 Miliar. Terapkan Tax Amnesty Jilid 2 yang dikhususkan untuk repatriasi dana dari Singapura, dengan syarat mutlak: 50% dana tersebut wajib masuk ke SBN Pembangunan. Pajak harus bersifat progresif (yang kuat memikul lebih berat), bukan represif (yang lemah dicekik sampai mati).
Kesimpulan: Kontrak Sosial Telah Batal!
DPR harus sadar, mereka dipilih bukan untuk menjadi kasir atau bendahara negara. Mereka dipilih untuk melawan ketidakadilan fiskal.
Pajak adalah sebuah kontrak sosial. Rakyat membayar, dan sebagai gantinya, negara memberikan perlindungan serta kesejahteraan. Namun, jika rakyat terus diperas sementara koruptor dilindungi dan jalur dagang dikuasai asing, maka kontrak sosial tersebut batal demi hukum!
Rakyat memiliki hak konstitusional penuh untuk menggugat dan mengadili wakilnya sendiri. Cukup sudah. Jangan pernah merampok rakyat atas nama negara, sementara triliunan uang jarahan para koruptor dibiarkan tidur nyenyak di Singapura!
Ubah haluan fiskal sekarang, atau hadapi pengadilan rakyat!(Basirun)