NAWACITAPOST.COM — Dunia politik Kabupaten Cirebon mencatat sejarah baru pada periode 2024–2029. Untuk pertama kalinya, kursi tertinggi di gedung parlemen daerah dijabat oleh seorang tokoh perempuan.
Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., politisi tangguh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), resmi mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, membawa angin segar bagi representasi gender dan dinamika legislatif di wilayah berjuluk Kota Udang ini.
Identitas dan Latar Belakang Akademik
Sebagai seorang klinisi hukum dan politisi, Sophi Zulfia memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Gelar Doktor (Dr.) di bidang hukum yang disandangnya mencerminkan kedalaman pemahaman beliau terhadap konstitusi dan regulasi, sebuah aset vital dalam menjalankan fungsi legislasi.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Nadih Arifin Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi
- Nama Lengkap: Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H.
- Partai Politik: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
- Daerah Pemilihan (Dapil): Dapil VI Kabupaten Cirebon (Mencakup wilayah timur: Lemahabang, Karangsembung, Karangwareng, Waled, Pabuaran, Pasaleman, dan Ciledug).
- Basis Kekuatan: Dikenal memiliki kedekatan emosional dengan konstituen di wilayah Cirebon Timur, yang menjadi salah satu lumbung suara signifikan bagi partainya.
Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Politik
Sophi Zulfia bukanlah orang baru dalam kancah politik lokal. Kenaikannya menjadi Ketua DPRD adalah hasil dari konsistensi dan loyalitas struktural yang panjang.
- Pengabdian Legislatif
Ia telah membuktikan kapasitasnya sebagai wakil rakyat dalam beberapa periode. Pengalamannya sebagai Anggota DPRD pada periode 2014–2019 memberikan fondasi kuat mengenai tata kelola pemerintahan daerah. Setelah sempat jeda, beliau kembali terpilih dengan perolehan suara yang meyakinkan pada Pemilu 2024. - Posisi Strategis di Partai
Kepercayaan DPP PDI Perjuangan untuk menunjuknya sebagai Ketua DPRD tidak lepas dari perannya sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon. Sebagai administrator partai, ia dianggap mampu mengonsolidasikan kekuatan fraksi dan menjaga harmoni antara kebijakan partai dengan kepentingan publik. - Pelantikan Bersejarah
Sophi Zulfia resmi dilantik dalam rapat paripurna pada 23 Oktober 2024. Penunjukan ini menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu di Kabupaten Cirebon sekaligus memecahkan "langit-langit kaca" (glass ceiling) bagi kepemimpinan perempuan di tingkat legislatif daerah.
Baca Juga: Menag Serukan Green Jihad, Zakat dan Wakaf Kini Diarahkan untuk Transisi Energi Bersih
Visi Strategis dan Fokus Kebijakan
Dalam kepemimpinannya, Dr. Sophi Zulfia membawa narasi perubahan yang bertumpu pada keadilan sosial dan penguatan identitas lokal. Berikut adalah pilar utama fokus kebijakannya:
A. Transformasi Pendidikan dan Kebudayaan
Sophi menekankan pentingnya modernisasi pendidikan melalui literasi digital, namun tetap berakar pada nilai budaya Cirebon. Beliau percaya bahwa generasi muda Cirebon harus kompetitif secara global tanpa kehilangan jati diri sebagai masyarakat agamis dan berbudaya.
B. Ekonomi Terintegrasi dan Kawasan Rebana
Seiring dengan berkembangnya Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Jawa Barat utara, Sophi berkomitmen memastikan bahwa proyek strategis nasional seperti Metropolitan Rebana memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan UMKM di Kabupaten Cirebon, bukan sekadar menjadi penonton industrialisasi.
C. Perlindungan Marhaen dan Kedaulatan Pangan
Mengingat karakteristik wilayah Cirebon yang memiliki lahan pertanian luas, beliau secara vokal menyuarakan perlindungan terhadap Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Fokusnya adalah menjaga agar alih fungsi lahan tidak mengancam kesejahteraan petani kecil.
D. Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
Sebagai Ketua, ia mendorong fungsi pengawasan (controling) yang lebih ketat terhadap kinerja eksekutif, terutama dalam hal digitalisasi pelayanan kependudukan dan kesehatan agar lebih cepat, transparan, dan bebas pungutan liar.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dirut BULOG Tinjau Produksi Beras di Maros
Kepemimpinan Inklusif: Simbol Emansipasi
Kehadiran Sophi Zulfia sebagai perempuan pertama di kursi Ketua DPRD Kabupaten Cirebon memiliki makna simbolis yang mendalam:
- Representasi Perempuan: Menjadi inspirasi bagi kaum perempuan di Cirebon untuk berani terjun ke dunia politik dan pengambilan kebijakan.
- Gaya Komunikasi: Dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang persuasif namun tegas, yang diharapkan mampu merangkul berbagai faksi di DPRD demi kelancaran program pembangunan.
- Keseimbangan Kuasa: Sebagai mitra kerja Bupati, Sophi diproyeksikan mampu menjadi penyeimbang yang kritis namun konstruktif dalam mengawal anggaran daerah (APBD).
Tugas dan Tanggung Jawab Utama
Sesuai dengan UU Susduk (Susunan dan Kedudukan), Dr. Sophi Zulfia memikul tanggung jawab kolektif-kolegial untuk: