Jumat, 5 Juni 2026

Siapa Sangka ! Pegang Pelat RI 7, La Nyalla Pernah Jadi Sopir Angkot

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Selasa, 14 September 2021 | 14:50 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTLa Nyalla merupakan seorang tokoh nasional yang dianugerahi penghargaan sebagai tokoh perekat kebhinekaan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur tahun 2021. Disapa akrab La Nyalla, Ia memiliki nama lengkap La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Lahir di Jakarta, 10 Mei 1959, La Nyalla merupakan salah satu tokoh yang aktif dalam berbagai organisasi. La Nyalla besar di Surabaya dan bisa dikatakan sebagai pengusaha sukses.

Siapa sangka, Pria berdarah Bugis ini dekat dengan dunia malam, orang-orang sekelilingnya kerap memberi predikat sebagai orang yang hidup di dunia hitam. Aktifnya di dunia malam bukan untuk bersenang-senang, melainkan berdakwah.

"Setelah berhenti, saya berdakwah dengan cara yang berbeda. Sebagai pengusaha, saya berdakwah dengan harta yang dititipkan Allah kepada saya,” urainya.

La Nyalla sebelum menjadi pengusaha kaya pernah bekerja serabutan, menjadi sopir angkutan umum, hingga sopir minibus L-300 tujuan Surabaya-Malang. Selain itu, kehidupan karirnya juga pernah diwarnai dengan menjadi ahli terapis pengobatan alternatif, namun tak mau disandang sebagai dukun Ia memilih berhenti.

Pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Fakultas Hukum di Kampus Negeri tersebut, La Nyalla yang keturunan saudagar Bugis-Makassar dan putra dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini tak pernah membawa nama besar ayah dan kakeknya dalam berkarir.

Menjadi Pengusaha

Berprofesi sebagai pengusaha diawali dari pameran dagang yang dibuatnya pada tahun 1989 di Surabaya. Pameran ini mendapat sponsor dari PT Maspion namun pada akhirnya pailit dan La Nyalla terlilit utang.

Namun masalah itu tak menyulutkan niatnya, sejak tahun 1990 namanya berkibar dan programnya menjadi agenda tahunan di Kota Surabaya hingga 2001 dengan pameran yang bertajuk “Surabaya Expo”. Dari sinilah namanya mulai dikenal pada kalangan pengusaha.

Sempat ditahan sebelum ke Senayan
Nama La Nyalla, saat menjabat Ketua Umum KADIN Jatim pernah dikaitkan dengan perkara hukum penyimpangan Dana Hibah KADIN Jatim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2012-2104.

Bahkan ia ditetapkan sebagai tersangka, dan sempat ditahan selama tujuh bulan oleh Kejaksaan pada Maret 2016, dan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 24 saksi yang dihadirkan Jaksa tak bisa menjelaskan bahwa La Nyalla terbukti terlibat langsung dan korupsi dana hibah yang diterima.

Hasilnya, La Nyalla dibebaskan secara murni dan tak terbukti melakukan tindak pidana pada, 27 Desember 2016.

Singkatnya, usai terpilih menjadi senator mewakili daerah pemilihan Jawa Timur dengan perolehan suara 2,2 juta lebih, La Nyalla berangkat ke Senayan, di Gedung DPD RI. Pada 2 Oktober 2019, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti sah dilantik sebagai Ketua DPD RI oleh Ketua Mahkamah Agung RI.

Simak informasi menarik lainnya di Youtube kami !

https://youtu.be/9dHRwSfSUxc

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini