Jakarta, NAWACITAPOST - Diketahui Abdul Razak merupakan warga Kampung Bajo Wakatobi sekaligus mantan Atlet Dayung Nasional yang berhasil meraih sejumlah prestasi bagi Indonesia.
Di masa pensiunnya ini, ia berubah haluan sebagai nelayan dengan perahu sederhana setelah sekian banyak meraih prestasi dan mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di berbagai ajang olahraga baik tingkat nasional maupun Internasional.
Abdul Razak menekuni olahraga dayung sejak mengikuti kompetisi tahun 1987 silam. Mewakili Wakatobi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Kolaka, dalam kesempatan tersebut dirinya berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk Wakatobi.
Dilansir dari Twitter @bos_sir, Abdul Razak mulai aktif mengikuti kejuaraan nasional dengan mendapatkan medali emas pada Kejuaraan Nasional Dayung di Semarang tahun 1989.
Pada tahun yang sama dia kembali didapuk sebagai delegasi Indonesia pada ajang Sea Games Malaysia tahun 1989.
"Saat itu saya berhasil mendapatkan 4 medali emas pada sayap 1 jarak 500 dan sayap 2 jarak 500, sayap 2 jarak 1.000 dan sayap 4 jarak 1.000," ujar Abdul Razak, Sabtu (07/08).
Pencapaian tersebut sekaligus membawanya kembali mewakili Indonesia berlaga di ajang Asian Games di Beijing pada tahun 1990. Dimana pada saat itu Razak dan rekan timnya hanya mampu menyumbangkan dua medali perunggu.
Kemudian dirinya bersama dengan timnya kembali mengikuti ajang internasional di Barcelona Spanyol pada tahun 1992 dan hanya lolos pada perempat final.
Peraih medali emas Sea Games 1993 itu mengungkapkan bahwa setelah mengikuti serangkaian kompetisi dayung di beberapa kejuaraan, dirinya kemudian menerima tawaran dari Pemerintah Jawa Timur untuk menjadi pelatih atlet dayung.
Melihat progresnya yang terus menurun setelah itu, akhirnya ia memilih pensiun dan kembali ke kampung halamannya sebagai seorang nelayan.
Bertepatan pada momentum HUT ke 76 RI, ia berharap agar jasanya sebagai atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional tak dilupakan oleh negara.
"Apalagi pada pemerintah kabupaten, saya tidak pernah mendapatkan penghargaan apapun," tuturnya.
Editor: Tiara Islami
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:33 WIB
Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB
Rabu, 29 April 2026 | 19:05 WIB
Rabu, 29 April 2026 | 11:27 WIB
Rabu, 29 April 2026 | 11:25 WIB
Rabu, 29 April 2026 | 11:25 WIB
Sabtu, 25 April 2026 | 15:56 WIB
Jumat, 17 April 2026 | 16:15 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 15:52 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:43 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 12:14 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 21:29 WIB
Senin, 9 Maret 2026 | 21:53 WIB
Senin, 9 Maret 2026 | 19:06 WIB
Sabtu, 7 Maret 2026 | 06:15 WIB
Kamis, 5 Maret 2026 | 21:52 WIB
Selasa, 24 Februari 2026 | 20:39 WIB
Selasa, 24 Februari 2026 | 18:46 WIB
Senin, 23 Februari 2026 | 14:53 WIB
Minggu, 22 Februari 2026 | 13:39 WIB