Jumat, 5 Juni 2026

Selamat Jalan Hukuasa Ndruru Pejuang Pembentukan Kabupaten Nias Selatan

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 21 Januari 2021 | 11:45 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Saat Orde Baru jumlah Provinsi 27, dan era reformasi lepas satu (Timor-Timur), tapi bertambah 8, serta 175 Kabupaten dan 34 Kotamadya.

Baca Juga : Megawati Hadiri Pemakaman Ibu Ani Yudhoyono



TERKAIT dengan wilayah Kepulauan Nias (Kepni) era reformasi dimekarkan Nias Selatan (Nisel) sebagai Kabupaten baru dari induknya Kabupaten Nias. Nisel menjadi sebuah Daerah Tingkat II yang pertama, dan tidaklah mudah untuk menjadi Dati II.

Pasalnya, kala itu pemekaran konotasinya memisahkan diri atau permusuhan (walaupun sudah era reformasi awal, tapi pengaruh orde baru masih kuat, maklum belum sampai Nias masih di Jakarta dan sekitarnya).

Apalagi, kala itu pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota masih menggunakan format MPR, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten Kota.

Perjuangan itu tetap dimulai dari tokoh - tokoh yang berdomisili di Nias pada awalnya, tapi setelah berproses di provinsi,  peran tokoh di Medan menjadi lebih dominan dengan terbentuknya BAMUS PERNIS. Dan salah satu tokoh yang paling keras berjuang saat itu adalah almarhum Hukuasa Ndruru bersama Herman Laia dan Hadirat Manao.

Trio ini yang terus menggaungkan dan melakukan dengan semangat. Lobi-lobi politik pun dilancarkan dan terus berlanjut sampai ke Jakarta, sambil melengkapi syarat baik administrasi maupun data pendukung lainnya.

Setelah bergerak di Medan dengan pertemuan pertemuan dan audiensi ke lembaga politik di Pemprov juga DPRD Provinsi dilanjutkan di Jakarta dengan berkolaborasi satu organisasi yang telah terbentuk dengan tujuan yang sama namanya Panitia Persiapan Pemekaran  Kabupaten Nias.

Dengan kolaborasi ini bergerak serentak dan meskipun banyak yang tidak percaya akan terbentuknya Nias Selatan, namun berkat keberanian perjuangan yang tidak mengenal lelah akhirnya di sahkan di DPR- RI bersamaan dengan beberapa Kabupaten lain di seluruh Indonesia. Satu yang tidak bisa di temukan dalam diri orang lain adalah keberanian almarhum Hukukuasa Ndruru, sebagai seorang PNS saat itu masuk dalam pergerakan politik.

Dengan pengorbanan dan perjuangan yang begitu amat sangat. Maka, dari sini darah keberanian ambil resiko itu sudah terlihat. Karena jika Kepala Daerah tidak setuju dengan pemekaran maka status PNS nya dipertanyakan bahkan diperkuat kalau tidak dinonaktifkan.

Drs. Hukuasa Ndruru, MAP Wakil Bupati Nias Selatan Periode 2011 - 2016

Bukan hanya itu, dalam memajukan Nisel hasil perjuangan dirinya dan teman juga terus berjuang mengisi pembangunan Nisel hasil pemekaran dari Nias,  dengan terus menjaga semangat dan komitmen.

Karena kecewa dengan pemerintahan hasil Pilkada pertama akhirnya Hukuasa tidak sabar agar kesejahteraan Nisel segera dinikmati, bersama Idealisman Dachi maju sebagai pasangan di pilkada yang dilaksanakan 2010,  dan pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada.

Sejak itu pasangan ini meluncurkan program kuliah gratis dan reformasi birokrasi dalam segala bidang. Dan itu karena Hukuasa sebagai berlatarbelakang guru maka gagasan ini pada awalnya menjadi unggulan dan sangat fenomenal.

Meskipun demikian sebagai orang yang memiliki gagasan brilian ini terbentur dengan masalah keputusan yang tidak dimiliki oleh dirinya tapi ada pada Bupati.

Sementara itu Wakil Bupati   hanya ibarat ban serap. Dan itu juga yang akhirnya membuat perselisihan antara Idealisman Dachi dan Hukuasa mulai pertengahan periode kepemimpinan mereka yakni berjalan tidak sesuai konsep awal. Keretakan itu  mulai mencuat dan berujung pada masalah hukum yang menurut pengakuan almarhum dia jadi korban.

Meskipun demikian,  perjuangan demi perjuangan mampu diberikan sepenuh hati untuk kemajuan Nisel,  dan tidak pernah mengeluh dan merasa lelah karena impiannya Nisel akan menjadi Kabupaten terbaik di Kepulauan Nias,  bahkan jika tidak terhalang oleh keretakan hubungan dengan Bupati saat itu Nisel dipastikan menjadi salah satu  percontohan di Indonesia tentang kuliah gratis.

Hal lainnya, boleh disebut Nisel  menjadi Kabupaten, pembentukan Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, dan Kotamadya Gunungsitoli tidaklah sulit. Sebab pintu masuk kesulitan yang penuh dengan tetesan air mata (Nisel) sudah resmi dan sah diakui NKRI sebagai dati II yang ada dalam akta dan lembaran Pemerintah Indonesia.

Saat ini kepergian tokoh penting pemekaran Nias Selatan ini bisa dibuktikan dengan berbagai ungkapan turut berdukacita yang sangat masif di medsos dan grup-grup whatsApp.

Selamat jalan Tokoh pemekaran Kabupaten Nisel , semangatmu tidak pernah hilang dihati generasi sekarang dan kedepan. Nisel adalah buah pengorbananmu.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini