Minggu, 19 Juli 2026

Ingin Jadi Bupati Nganjuk, Ini 5 Poin yang Harus Diselesaikan Setelah Terpilih di Pilkada

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 19 April 2024 | 21:59 WIB
Mashur Saifudin Suhri, SH (foto istimewa)
Mashur Saifudin Suhri, SH (foto istimewa)

Baca Juga: Pilkada Surabaya 2024, Risma masih Punya Pengaruh

"Otomatis menghemat 2 persen, contoh misalnya penduduk Nganjuk 2 juta, terakomodir 98 persen dalam program kepesertaan BPJS, maka otomatis menghemat 2 persen, 98 persen yang sudah masuk dalam kepesertaan BPJS baik itu mandiri maupun melalui PBI, maka dengan tersendirinya tercover 100 persen dalam arti menghemat 2 persen, dalam pelayanan BPJS itu program nasional," paparnya.

Mashur menegaskan, jadi untuk para pemilih kami berpesan pilihlah calon pemimpin yang peduli terhadap masyarakat bawah, yang pertama jangan pernah memilih Bupati yang pernah terjerat hukum atau calon yang ada kaitannya dengan Bupati yang pernah terjerat atau terbukti terpidana karena korupsi.

Baca Juga: Sembilan Nama Muncul di Bursa Pilbup Nganjuk, Budayawan Buka Suara

"Jadi jangan pernah memilih yang terbukti atau ada kaitannya pernah ada rekam jejak korupsinya, baik itu langsung maupun tidak langsung jangan dipilih, tidak langsung namun bupatinya pernah terjerat pidana dan terbukti korupsi jangan dipilih, suatu kegoblokan atau kebodohan ketika memilih calon Bupati yang ada kaitannya dengan bupati yang pernah korupsi," tegasnya.

Menurut Mashur, kalau sampai ada yang memilih calon Bupati yang ada kaitannya dengan bupati yang pernah korupsi bukan hanya kegoblokan yang luar biasa, namun merupakan musibah yang luar biasa bagi warga Nganjuk.

"Korupsi harus dilawan bersama-sama sampai ke akar-akarnya," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB