Minggu, 12 Juli 2026

Sejatinya Achmad Yurianto Salah Satu Nakoda Penanganan Covid-19

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Minggu, 29 Maret 2020 | 10:38 WIB

Jakarta, Nawacitapost - Apa yang diungkapkan Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), di pagi hari Minggu 29 Maret 2020. Emrus Sihombing yang Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner menyatakan apa jadinya ketika juru bicara (jubir) bukan seorang komunikolog?



"Pertanyaan setara, apa jadinya ketika menteri kesehatan dari seorang komunikolog. Jawabanya sederhana,  kurang produktif melaksanakan tugasnya.  Itulah yang terjadi ketika seorang ditempatkan pada posisi yang tidak lenear dengan kompetensinya," ungkapnya.



Satu penggalan isi pesan jubir penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (AY), menimbulkan sejumlah pandangan keberpihakan kepada sekelompok masyarakat yang berada pada status sosial belum beruntung secara ekonomi.



"Saya melihat dalam menyampaikan penggalan isi pesan tersebut ke ruang publik, tampaknya AY belum punya cukup waktu mempertimbangkan aspek aksiologinya. Ini dapat kita maklumi karena AY memikul beban tugas yang sangat luar biasa dan komplek. Selain jubir,  ia juga Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kemenkes," ujarnya dari aspek Ilmu Komukasi.



Oleh karena itu ucap Emrus, dari sudut kompetensi dan jabatanya,  sejatinya AY menjadi salah satu "nakoda" penanganan penyebaran dan dampak covid-19 dari aspek virologi.



Bila merujuk kepada keseluruhan narasinya,  AY ingin menyampaikan makna agar tumbuh kebersamaan,  gotong-royong dan saling membatu menghalau penyebaran dan menangani dampak covid-19 di tengah masyarakat. Tetapi bisa saja AY  kurang menyadari muncul sebuah kalimat yang menyertai yaitu. "... yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya".



"Memang bila hanya penggalan pesan yang dimaknai, maka seolah kelompok masyarakat tertentu diposisikan sebagai yang menularkan penyakit.  Ketika mengatakan itu,  AY telah masuk rana interaksi sosial yang bukan bidang utamanya.  Sebab, konsep interaksi sosial ada dalam kajian Sosiologi dan Ilmu Komunikasi," pungkasnya.



Memang bila hanya merujuk pada penggalan isi pesan yang disampaikan AY.  Maka ditegaskan Emrus, kalimat tersebut tampak kurang tepat dan boleh jadi juga kurang bijak.

Halaman:

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB