Kamis, 4 Juni 2026

Ketua MUI Jombang Tegaskan Soal Fatwa Golput Haram, Ini Penjelasnnya

Photo Author
- Minggu, 11 Februari 2024 | 14:28 WIB
Ketua MUI Jombang KH Afifudin Dimyathi (foto istimewa)
Ketua MUI Jombang KH Afifudin Dimyathi (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur menetapkan hukum haram bagi masyarakat yang memilih Golongan Putih (Golput) saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Oleh MUI sudah diputuskan dalam Ijtima' Ulama tahun 2009 bahwa memilih pemimpin yang memenuhi persyaratan di antaranya jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah) dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib,” ujar Ketua MUI Jombang KH Afifudin Dimyathi, pada Sabtu (10/2/2024).

Baca Juga: MUI Tegaskan Golput pada Pemilu 2024 Haram, Umat Islam Wajib Pilih Pemimpin Indonesia

Apabila dengan sengaja tidak memilih atau Golpot padahal ada calon yang memenuhi syarat maka hukumnya haram.

“Sengaja tidak memilih padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram,” tegas ulama yang akrab disapa Kiai Awis ini.

Pengasuh Ribath XIV Hidayatul Qur’an Ponpes Darul Ulum tersebut juga mengatakan bahwa Money Politik atau politik dengan memakai suap uang adalah haram.

Baca Juga: Takut Skincare Tidak Halal? Ini Cara Cek Sertifikasi Halal MUI Secara Online

“Politik uang juga sudah diharamkan oleh MUI dalam fatwa yang dikeluarkan tahun 2018,” ungkap Kiai Awis.

MUI Jombang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menjalani pesta demokrasi dengan bungah dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan kenegaraan.

“Mari kita jalani Pilpres dengan riang gembira sembari mengedepankan nilai Ukhuwah Wathoniyah, bahwa kita sedang memilih pemimpin nasional untuk kita semuanya,” terangnya.

Baca Juga: Prabowo - Puan Jadi Pasangan Capres-Cawapres 2024, Denny Siregar: Gua Pastikan Golput

Disisi lain, Kiai Awis juga mengajak kepada para petinggi Ponpes yang ada di Kota Santri untuk menjadi penyejuk di masyarakat.

“Mari kita menjadi tetes-tetes air yang senantiasa mendinginkan suasana, dan menambah kesejukan di masyarakat,” imbuhnya.

“Kita harus menyadari bahwa momentum pilpres ini hanya terjadi 5 tahun sekali, jangan sampai momentum singkat ini mengganggu kehidupan sosial yang kita jalani setiap hari,” sambung Kiai Awis.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini