NAWACITApost.com, Nasional - Sekjend Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatra Utara Jhoni Allen Marbun mengatakan, Mahkamah Agung (MA) tak boleh terpengaruh dengan adanya tekanan-tekanan pihak luar terkait dengan Peninjauan Kembali (PK). Menurutnya, MA harus bekerja seara profesional demi bangsa dan negara.
"Mahkamah Agung tidak usah terpengaruh dengan tekanan-tekanan ya toh, lakukanlah yang terbaik untuk bangsa ini," kata Jhoni, di Jakarta, dikutip Minggu (25/6/2023).
Partai politik, kata Jhoni, merupakan salah satu pilar kebangsaan untuk membangun negara ini. Terlebih partai politik telah mendapatkan anggaran dari negara, sehingga tak perlu lagi meminta mahar dari kader untuk menentukan nomor urut calon legislatif.
Dia juga menyindir aksi cap jempol darah yang dilakukan Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Aksi protes tersebut tak semestinya dilakukan karena hanya akan mubazir alias buang-buang darah. Padahal, setetes darah dapat menyelamatkan banyak orang.
"Siapa yang mau berdarah-darah, kita mendingan sumbang darah melalui donor darah yang bermanfaat ya kan, daripada terbuang ditempelin di tembok-tembok bukan berpahala, malah banyak semut dan bau amis mala ya. Jadi sia-sia mubazir, jadi sampah!" kata Jhoni.
Jhoni mengatakan, bila AHY merasa benar, maka aksi-aksi serupa tidak perlu dilakukan. Sebab, aksi cap jempol darah tak ada manfaatnya sama sekali.
"Kalau sampean merasa bener ya tenang-tenang aja ya karena kami merasa bener dan yakin dengan petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Jhoni.
Senada, kader Partai Demokrat Hasyim Husein berharap, MA bersikap profesional dalam memutuskan perkara ini. Nantinya, bila PK dikabulkan MA, maka segala keputusan partai politik bakal diputuskan melalui rapat pimpinan. Termasuk, dalam hal membangun koalisi dukungan calon presiden 2024.
"MA harus profesional, karena adil itu punya Allah. Artinya, bekerja berdasarkan undang undang, aturan," kata Hasyim.