Jakarta, NAWACITAPOST.com – Koalisi perubahan (Nasdem, PKS dan Demokrat) telah sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai capres. Namun, soal cawapres kedua partai (PKS dan Demokrat) punya jagoannya masing-masing.
Baca Juga : Anies Baswedan Soroti Kerja Rangkap Jabatan di Era Pemerintahan Presiden Jokowi
Demokrat mengusulkan AHY sebagai pendamping Anies, PKS sempat menawarkan Mahfud MD, tetapi Mahfud tidak bersedia, karena akan mengganggu peta koalisi perubahan.
Ketidak sepakatan dua partai itu soal cawapres, perlahan demi perlahan mulai ketemu titik terang. Koalisi partai itu mengusulkan tiga (3) nama.
Menurut juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian tiga nama bakal calon wakil presiden (Bacawapres). PKS mengajukan Aher (mantan Gubernur Jawa Barat), Demokrat mengusulkan AHY, dan Nasdem menyodorkan Khofifah Indah Parawansa.
Sementara itu pengamat politik yang juga Dekan Fisip Universitas Brawijaya Anang Sujoko menyebut tiga nama yang layak mendampingi Anies; Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Menariknya nama Khofifah disebut Pipin dan Anang sebagai Cawapresnya Anies. Hal ini menandakan, bahwa untuk capres dan cawapres dari koalisi perubahan tinggal menghitung hari deklarasi.
Seperti disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya kepada media, jika tidak ada aral melintang 16 Juli 2023 di Jakarta pendamping Anies mengerucut kepada satu nama dan kader Nasdem ini belum menyebut nama, tetapi bakal dideklarasikan pasangan ini.