Kamis, 4 Juni 2026

Megawati dan Presiden Jokowi Beri Kode Soal Ganjar Pranowo Jadi Capres

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Kamis, 23 Maret 2023 | 20:20 WIB
Megawati dan Presiden Jokowi
Megawati dan Presiden Jokowi

NAWACITAPOST.COM - Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri beserta Presiden Jokowi telah memberi isyarat terkait wacana calon presiden (capres) Ganjar Pranowo untuk maju ke pemilu 2024 mendatang.

Ganjar Pranowo disebut lebih baik ketimbang Puan Maharani untuk maju di Pemilu 2024 mendatang. Hal tersebut juga dianalisa oleh politik Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.

Menurutnya, pertemuan antara Megawati dan Presiden Jokowi di istana menguatkan prediksi tersebut. Apalagi, keduanya telah menyamakan pandangan seputar dukungan capres di Pilpres 2024.

"Pertemuan Pak Jokowi dan Bu Mega tidak ada yang mengagetkan. Saya meyakini mereka sudah sejalan, sudah beririsan, sudah satu paket siapa yang akan diusung," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis 23 Maret 2023.

"Tapi lagi-lagi yang menentukan di parpol koalisi tetap partai politik yang jadi penentu, tidak boleh presiden yang menentukan," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa keduanya diperkirakan telah sepakat untuk mendukung Ganjar Pranowo menjadi capres 2024.

Akan tetapi, PDIP disebut masih merahasiakan nama tersebut dengan dalih akan memberikan kejutan kepada masyarakat.

"Nama itu sebetulnya saya sudah mengatakan tidak ada rahasia lagi, tidak ada yang ditutup-tutupi lagi cuma PDIP selalu bicara membuat surprise dan seolah ini akan ada kejutan," katanya.

"Saya tidak percaya kejutan, nama itu sudah ada Mas Ganjar. Nah nama itu sudah di kantong Bu Mega dan di kantong Pak Jokowi. Itu sama," ungkapkan.

Pangi memaparkan bahwa sejatinya masih ada nama lain yang kerap dibicarakan internal PDIP untuk menjadi capres 2024.

Adapun nama itu tidak lain adalah putri Megawati, Puan Maharani untuk didorong maju di Pilpres 2024.

Sementara itu, Pangi memahami bahwa Megawati memiliki sikap realistis terkait Pilpres 2024.

"Kalau saya berpikir munculnya mbak Puan pun saya tidak percaya mazhab itu karena apa? logika Ibu Mega itu logika kemenangan," ujarnya.

"Bukan logika kemudian reaksioner, sentimen atau kemudian harga diri partai. Tidak. Ini soal bagaimana pemilih dalam hasil survei ibu Mega orang orang PDIP itu percaya dengan research dan percaya dengan hal hal yang terukur," pungkasnya.

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB