Kamis, 4 Juni 2026

DEEP Jabar Sambangi Bawaslu,Lemah Aplikasi Coklit Jadi Sorotan

Photo Author
nurjayakbe, Nawacita Post
- Senin, 20 Februari 2023 | 21:19 WIB

Jawa Barat.NAWACITAPOST.COM - Keseriusan Democracy Electoral and Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pemantauan diwujudkan melalui beberapa program yang sudah berlangsung.

Diantaranya ialah paparan persoalan ditingkat daerah yang diinventarisir oleh DEEP Jawa Barat, seperti agenda coklit yang menuai persoalan dibeberapa daerah serta kesiapan penyelenggara dalam menyikapi tantangan arus digitalisasi.

Kordinator Wilayah DEEP Indonesia Fauziah Hanifah, dia mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya konsen melakukan pemantauan terhadap setiap tahapan pemilu yang tengah berlangsung diantaranya adalah tentang Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih.

"DEEP serius dalam melakukan proses pemantauan, dan siap untuk berakselarasi mengingat proses pemilu telah berlangsung diwaktu yang akan terasa singkat," ungkap Fauziah Hanifah saat berdiskusi di Sekretariat Bawaslu Jabar, Senin (20/02/2023).

Deep sejauh ini, lanjut Fauziah, telah melaksanakan banyak agenda diskursus yang melibatkan banyak unsur baik akademisi, penyelenggara pemilu, aktifis, hingga politisi sekalipun.

"Alhamdulillah partisipasi masyarakat untuk turut melakukan pemantauan juga cukup tinggi, hal itu dibuktikan dengan tingginya trafic pendaftar pada agenda Sekolah Demokrasi (Solusi) yang sudah berlangsung sebelum tahapan pemilu 2024 dimulai,” tambah fauziah

Sedangkan persoalan di beberapa daerah sebagai sampling data awal pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) sudah diinventarisir oleh DEEP Jawa Barat dan juga sempat disampaikan dalam forum tersebut.

"Deep indonesia Provinsi jawa barat memandang proses coklit merupakan rangkaian yang memiliki urgensi tinggi, kurang objektifnya proses coklit akan berimbas pada kebutuhan logistik, dll, ditambah lagi coklit berbasis digital ini masih dirasa belum cukup efektif," ungkap Korwil DEEP Jabar.

Kurang efektifnya aplikasi coklit, tambah Dia, ini dibuktikan dengan kompatibilitas aplikasi dengan device tertentu, keberadaannya di domain penyedia aplikasi serta potensi phising yang dilakukan oleh oknum tertentu terhadap pantarlih.

"Hal tersebut muncul karena kurang baiknya proses pemrograman aplikasi tersebut, tidak di pertegas status developer, serta tidak terdaftarnya di playstore misalnya, padahal biaya untuk mendaftarkan aplikasi di google play store tidak seberapa," ucapnya.

Adapun dalam pertemuan itu, Fauziah Hanifah sempat memaparkan profile, susunan kepengurusan, visi, tujuan DEEP serta konsentrasi pantauan yang tengah dilakukan saat ini.

"Deep ini tidak hanya menjadi lembaga pemantau pemilu saja, tapi juga kami merupakan NGO yang konsen dalam memproduksi wacana ilmiah yang berkaitan dengan ide demokrasi dan politik serta juga menjadi konsolidator dalam proses pendidikan politik public, dalam memasuki tahapan pemilu yang telah berlangsung," tegasnya.

DEEP Indonesia Provinsi Jawa Barat juga konsen pada isu anggaran pemilu, keseluruhan konsen isu tersebut merupakan langkah terarah untuk mewujudkan demokrasi yang ideal dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

"Sehingga pemilu ini merupakan ajang pesta demokrasi seluruh elemen, bukan saja hajat pemangku kebijakan atau bahkan segelintir elit politik saja," tandasnya. (Ardiansyah).

Editor: nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB