Jumat, 5 Juni 2026

Suhendi Pahlawan Demokrasi Gugur Saat Tugas Pencoblosan Di TPS 09 Desa Cibuaya Karawang

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Jumat, 29 November 2024 | 18:33 WIB
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengunjungi rumah Suhendi, petugas KPPS TPS 09 Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, yang meninggal dunia saat bertugas  pencoblosan
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengunjungi rumah Suhendi, petugas KPPS TPS 09 Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, yang meninggal dunia saat bertugas pencoblosan

Karawang, NAWACITAPOST.COM – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., mengatakan turut duka mendalam atas wafatnya Suhendi, petugas KPPS TPS 09 Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, yang meninggal dunia saat bertugas pada hari pencoblosan.

Bupati Aep bersama Kepala Satpol PP dan Camat Cibuaya mengunjungi rumah duka di Desa Cibuaya pada Jumat (29/11).

Mereka diterima langsung oleh istri almarhum dan keluarga besar. Dalam kunjungannya, Bupati menuturkan bahwa Suhendi dikenal sebagai sosok ayah, guru, dan tokoh yang sangat dihormati masyarakat sekitar.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan belasungkawa kepada istri dan anak-anak almarhum Bapak Suhendi. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ungkapnya Bupati Aep syaepuloh, Jumat,(29/11/2024)

Menurut Pasangan calon petahana Bupati dan Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani, dipastikan unggul 54,67% dalam Pilkada Karawang 2024 berdasarkan hasil quick count Indikator Politik Indonesia.

Bupati Aep juga berjanji memberikan bantuan untuk keluarga almarhum agar bisa memulai usaha kecil.

“Insya Allah ada bantuan UMKM. Semoga bisa menjadi berkah bagi ibu dan keluarga. Tetap tabah ya, Bu,” ucap Bupati kepada istri Suhendi.

Suhendi meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat proses rekapitulasi suara. Camat Cibuaya,

Sementara itu , Camat Cibuaya Agus Sumantri, menjelaskan bahwa almarhum sempat dibawa ke Puskesmas Cibuaya setelah mengeluhkan keringat dingin dan kondisi tubuh yang melemah.

“Setelah diperiksa, kondisinya sempat membaik, tetapi kemudian kembali menurun dan dirujuk ke RS Hastien. Sayangnya, almarhum dinyatakan meninggal dalam perjalanan,” jelas Agus.

Sebelumnya, Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana, juga menyampaikan belasungkawa dan memastikan keluarga Suhendi akan menerima santunan sebesar Rp 42 juta.

“Santunan ini merupakan bagian dari kerja sama antara KPU Karawang dan BPJS Ketenagakerjaan. Kami sedang memproses klaimnya dan berharap santunan segera diterima ahli waris,” tutup Mari.

Suhendi dikenal tidak memiliki riwayat penyakit dan dinyatakan sehat saat rekrutmen KPPS. Namun, kelelahan akibat persiapan dan pelaksanaan pemungutan suara diduga menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesehatannya", pungkasny.(Nurjaya Bachtiar)

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB