Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Ada fenomena baru dalam hajat pesta demokrasi di era keterbukaan informasi. Media sosial kini menjadi 'ladang' untuk menarik simpati masyarakat bagi para peserta Pemilu.
Namun, semakin canggihnya perkembangan teknologi juga patut diwaspadai. Cepatnya laju informasi tak menjamin akurasi.
Bahkan di momen Pilkada seperti saat ini, media sosial bisa digunakan untuk menjatuhkan lawan politik dengan cara menyebarkan informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, perkembangan teknologi yang semakin canggih bisa merugikan atau menguntungkan siapapun.
Melihat kondisi seperti itu, Mafindo melalui program Tutur Nalar menggelar sekolah kebangsaan untuk menangkal informasi hoaks di momen Pilkada 2024. Adapun kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (9/11/2024) sore itu, digelar di Madrasah Aliah (MA) Assalam Maja, Kabupaten Majalengka.
"Jadi outputnya dari acara sekolah kebangsaan ini diharapkan generasi Gen Z yang selaku pemilih pemula bisa terhindar dari hoaks, karena memang hoaks itu bisa diciptakan dan itu sangat berbahaya," ungkap Koordinator - Fasilitator Tular Nalar Aji Riki Nudin, Sabtu (9/11/2024).
Mereka menyasar para pemilih pemula khusus kalangan pelajar bukan tanpa alasan. Aji mengatakan, ratusan pelajar yang mengikuti kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inisiator di lingkungannya untuk mencegah informasi hoaks.
"Gen Z juga selaku orang yang mengerti di dunia digital. Di keluarganya bisa menjadi perisai utama untuk mengingatkan keluarga lainnya. Apalagi mungkin sekarang kita sedang gencar-gencarnya menghadapi Pilkada mendatang di 27 November.
"Kita harapkan semoga tidak ada lagi orang-orang yang terkena bahayanya hoaks," ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut, mereka juga memberikan pemahaman cara membedakan informasi palsu. Hal itu diharapkan agar para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tidak mudah terkecoh dengan informasi-informasi yang beredar.
"Jadi kita di sini membuat sebuah micro-teaching, di mana kita akan membagi kelompok-kelompok kecil yang ngasih materi berupa bagaimana sih hoaks itu bisa masuk, bagaimana sih cara menangkal hoaks dan bagaimana cara membedakan berita yang hoaks dan yang tidak hoaks," jelasnya.
"Dan kemudian kan hoaks juga ada macam-macam yang bisa merusaknya, ada kacau isi, kacau diri, sama kacau emosi. Nanti itu kita jelaskan seperti itu. Terus di sela-sela kegiatan juga kita ngasih edukasi dan materi, kita juga akan ada quiz yang masih masuk dengan tema kita yaitu pencegahan hoaks seperti itu," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MA Assalam Maja Edi Rosidi menyambut baik adanya edukasi tersebut. Kegiatan ini, kata dia, dapat memberikan dampak positif untuk para pelajar di sekolahnya."
"Dia berharap siswa/siswi di sekolahnya menjadi garda terdepan untuk menangkal informasi hoaks yang beredar di media sosial."
"Sangat gembira dengan adanya acara ini. Tentunya ini membawa nilai positif bagi kami, terutama bagi siswa yang saat ini memasuki usia pemilih pemula. Sehingga mereka bisa memiliki gambaran bagaimana menyangkal ataupun mengambil informasi yang datang."