Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Hasil Rakernas Partai Nasdem bulan Juni 2022 yang menetapkan tiga nama (Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Andika Perkasa) untuk diusung sebagai Capres 2024.
Baca Juga : Peristiwa PKI 1965, Dokumen Pemerintah Amerika : Presiden RI ke-2 Soeharto Terlibat
Nampaknya, setelah 3 bulan dari Rakernas partai besutan Surya Paloh, dievaluasi dan muaranya mengerucut kepada satu nama.
Setelah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam berbagai kesempatan menyatakan hanya loyal apa kata ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputeri. “Saya ini kan kader PDIP, maka saya jalurnya lewat partai Banteng Moncong Putih,” begitu kira-kira ungkapnya
Berarti kans Nasdem mengusung Ganjar sebagai Capres, boleh dikatakan bertepuk sebelah tangan.
Anies, yang hanya menyisakan waktu 19 hari lagi, sebagai Gubernur Jakarta, sebenarnya punya kans besar untuk dikerucutkan Nasdem sebagai Capres. Namun, rekam jejak yang identik dengan politik identitas, saat Pilkada Jakarta 2017, sulit untuk dihapus apalagi dilupakan, terutama pemilih dari kawasan tengah dan timur Indonesia.
Tinggal Andika Perkasa, jabatan panglima TNI akan selesai 3 bulan lagi, tepatnya 21 Desember 2022. Masa purna bakti atau purnawirawan akan melekat kepada menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono.
Entah kebetulan atau tidak, pemerintah Amerika mengeluarkan dokumen yang deksifikasi atau tak lagi dianggap rahasia, karena menurut konstitusi negara Amerika, dokumen yang usianya lebih dari 50 tahun boleh dibuka ke publik.
Nah, dokumen tahun 1964 -1968, yang merupakan peristiwa G30SPKI setebal 30 ribu halaman akan dibuka.
Hal ini, selain menguak siapa pelaku aktif yang sesungguhnya dalam peristiwa G30SPKI. Sekaligus meluruskan sejarah peristiwa tersebut.
Sehingga, dokumen pemerintah Amerika yang akan dibuka dalam waktu dekat, akan membuat rekonsiliasi nyata antara keluarga korban dan keluarga pelaku dalam memajukan Indonesia.
Terlepas dari hal tersebut, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, melakukan berbagai terobosan, yang boleh dibilang jempolan, persyaratan masuk TNI diberlakukan kepada semua warga negara termasuk keluarga pelaku G30SPKI. Alasannya, anak-anaknya dan mungkin cucunya, tak terlibat langsung dalam peristiwa itu.
Belum lagi, Andika mampu melakukan pendekatan tingkat tinggi ke berbagai negara besar yang mempunyai tentara mumpuni. Amerika, Australia, Tiongkok, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.