Jumat, 5 Juni 2026

Antara Pengalaman dan Perhatian pada Rakyat dalam Pilkada Majalengka

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Jumat, 27 September 2024 | 13:25 WIB

Pengalaman Karna dalam birokrasi bukanlah sekedar "catatan masa lalu", tetapi merupakan indikator kuat bahwa ia sudah paham betul bagaimana roda pemerintahan bekerja.

Di tengah tantangan global dan lokal yang kian kompleks, kemampuan untuk memahami seluk beluk pemerintahan adalah kunci penting agar Majalengka bisa berkembang.

Bahkan, jika dilihat lebih dalam, pengalaman di pemerintahan juga menjadi faktor penting dalam memastikan kebijakan yang berkelanjutan.

Stabilitas ekonomi, sosial, dan politik tidak bisa hanya mengandalkan retorika, tetapi memerlukan ketegasan dan pemahaman akan birokrasi. Dan ini adalah poin di mana Karna Sobahi terlihat lebih unggul dibandingkan calon lainnya.

Sebagai masyarakat, penting untuk tidak hanya terpesona oleh janji-janji manis kampanye. Pemilih perlu memperhatikan rekam jejak dan kemampuan calon dalam mengeksekusi program kerja yang realistis.

Dalam hal ini, penilaian masyarakat terhadap pengalaman Karna Sobahi dalam memimpin tentu memberikan keyakinan bahwa ia memiliki kapasitas lebih untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Majalengka.

Untuk Eman Suherman, pendekatan berbasis kepedulian pada rakyat memang terdengar baik, namun masyarakat juga perlu mendalami lebih jauh bagaimana kepedulian tersebut akan diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata. Sosok yang peduli belum tentu memiliki kapasitas untuk membawa perubahan dalam skala yang lebih besar.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kedua sisi ini yakni *perhatian pada rakyat dan pengalaman dalam memerintah*.

Sebagai bagian dari pemilih, masyarakat juga bisa terlibat lebih jauh dalam mengawasi janji-janji kampanye dan menuntut pertanggungjawaban setelah calon terpilih.

Diskusi terbuka, debat, dan forum publik dapat menjadi sarana yang baik untuk menggali lebih dalam visi dan misi setiap calon.

Pada akhirnya, pilihan masyarakat dalam pilkada bukan hanya soal siapa yang terlihat perhatian, atau siapa yang memiliki pengalaman lebih. Namun, ini adalah soal siapa yang paling mampu membawa perubahan nyata bagi Majalengka.

Karna Sobahi, dengan pengalamannya, menawarkan stabilitas dan pemahaman birokrasi yang kuat. Di sisi lain, Eman Suherman membawa narasi kepedulian pada rakyat, meski belum jelas bagaimana itu akan diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Pilihan ada di tangan masyarakat. Apakah mereka lebih memilih pemimpin yang berpengalaman dan stabil, atau pemimpin yang menjanjikan perubahan dengan pendekatan yang lebih personal? Yang pasti, harapan besar masyarakat Majalengka adalah adanya pemimpin yang mampu membawa mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Halaman:

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB