Kamis, 4 Juni 2026

Tak Diajak Koalisi Oleh PDIP, Jokowi Jadi Sasaran PKS 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 6 Juli 2021 | 15:28 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - SEJAK Jokowi memimpin Indonesia di dua periode ini. Hujatan berupa kritikan kerap dilontarkan elit Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Negara dalam keadaan aman alias belum ada pandemi Covid ini. PKS selalu mengungkapkan hal negatif ke pemerintahan Jokowi.

Baca Juga : BEM UI Periode Ini Hasil Pengkaderan PKS?



Apalagi situasi saat covid ini yang terpapar semakin bertambah banyak. Diberitakan Rumah Sakit penuh, kelangkaan tabung oksigen. Menjadi modal bagi PKS menghujani kritik dengan segala cara. Jalan keluar atau solusi tak pernah ditawarkan Partai ini.

Adalah Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) turut prihatin atas krisis oksigen yang terjadi di Indonesia. Terlebih, setelah kabar itu disorot media asing. “Bahkan media asing sudah soroti krisis oksigen di Indonesia. Sangat memprihatinkan,” cuitnya di akun Twitter @hnurwahid, dilihat Selasa (6/7/2021).

Entah ada hubungannya kritik PKS ini. DFDengan pernyataan PDIP yang menyatakan tak mau berkoalisi bersama PKS, saat di Pilkada 2020, dan Pilpres 2024.

Mungkin, karena tak merasa diajak bergabung atau berkoalisi,  maka cara yang paling mungkin dilakukan PKS adalah terus mengkritik Pemerintahan Jokowi. Termasuk mengkritik saat ituasi normal, apalagi seperti saat pandemi Covid ini .

Sebab, mungkin dengan cara tersebut. Bisa dilirik atau diajak koalisi dengan PDIP. Ternyata, harapan itu tak menjadi kenyataan bagi PKS. Malah yang terjadi, PKS  yang menyerang pemerintah Jokowi. Justru Netizen yang membela Jokowi. Padahal Jokowi tak menyuruh netizen untuk dirinya dibela.

Pasalnya, apa yang dilakukan Jokowi sesuai konstitusi? PKS selalu menyalahkan. Tragisnya, bukan hanya tidak diajak koalisi, PKS juga tak ada di kabinet Jokowi, serta  sejumlah mantan elit pendiri PKS sudah mendirikan partai baru bernama Gelora.

Dugaan saja, borok-borok PKS. Perlahan dan pasti akan terkuak. Sehingga, mungkin saja di pemilu pasca 2024 PKS legislatifnya hanya bisa berada di jalur provinsi, Kabupaten dan Kotamadya. Tidak lagi berada di Senayan?

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB