Kamis, 4 Juni 2026

Gubsu Edy Rahmayadi Panik, Bobby Jadi Idola

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 10 Mei 2021 | 17:29 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Kampanye Cagub Sumut di Pilkada 2018 berderet sejumlah orang yang selalu nyinyir pada pemerintahan Jokowi. Sebut saja Amien Rais, Abdul Somad, Gatot Nurmantyo, Tengku Zulkarnain (eks HTI), dan mesin penggeraknya eks FPI Sumut - Medan juga bersama PKS dan Demokrat.

Baca Juga : Terlihat Nantang Jokowi, Gubsu Edy Serang Kebijakan Bobby



BISA ditebak, maka kampanye tak lepas dari politik identitas, model Pilkada 2017 digulirkan dengan jualan ayat dan mayat. Maklum lawannya Edy, adalah Cagub Djarot yang pernah ikut Pilkada Jakarta 2017.

Sehingga isu-isu kampanye model Anies diterapkan, seperti mengatakan, bagaimana mau berlaga di Pilkada Sumut, di Pilkada Jakarta saja Djarot kalah dan membuat isu bahwa pasangan Ahok itu dekat kelompok dan agama minoritas di Indonesia.  Ditambah dukungan utama dari Partai Demokrat, PKS, PAN yang stempel kuatnya selalu menggulirkan isu dengan tema politik identitas.

Nuansa Politik identitas berhasil memenangkan dan menetapkan Edy Rahmayadi sebagai  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) periode 2018 -2023.

Dua tahun menjabat, jalur komando ditonjolkan seperti saat dimiliter. Rakyat dijadikan prajurit yang siap digempur dan diomelin sesuka hati. Termasuk kepada para Bupati dan Walikota se Sumut.

Sebenarnya keributan dan perseteruan Edy sudah terjadi dengan Bupati Tapanuli Tengah pada Desember 2019, yang menyebut Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani durhaka. Hal itu membuat geram dan marah Sibarani.

Kini perseteruan bertambah besar dengan Walikota Medan Bobby Nasution. Berawal dari Bobby yang menanyakan kenapa Pemkot Medan tidak dilibatkan dalam Karantina WNA, sebab lokasi karantinanya ada di sejumlah lokasi kota Medan.

Edy menyebut tak peduli Bobby itu siapa. Arogansi kekuasaannya selalu dikedapankan. Lagi-lagi, mungkin Bobby dianggap prajuritnya di militer. Pasalnya, kepemimpinan sebagai Pangkostrad dan Gubernur Sumut berbeda jauh, yang satu jalur komando, sedangkan satunya lagi pendekatan humanis.

Taburan berkata durhaka kepada Bupati Tapanuli Tengah, dan tak peduli Bobby itu siapa. Siap-siap saja menuai hasil buruk. Sebab, rakyat Sumut mengidolakan Bobby, dan itu membuat kepanikan buat Edy.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB