“Saya yakin kalau kerja walikota bagus, warga Surabaya pasti akan memilih lagi Pak Eri. Tapi kembali saya ingatkan jangan mengalahgunakan kekuasaan terus kemudian menggunakan mesin-mesin biroktasi untuk pemenangan dirinya,” tuturnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Sambut hari pertama Pasca Idul Fitri dengan Halal Bi Halal
Informasi terbaru, lanjut Imam, Walikota Surabaya akan mengundang guru SD dan SMP, yang kemudian disusul dengan mengundang 16 ribu Kader Surabaya Hebat.
Menariknya, Walikota 'diduga' menggunakan kekuasaannya dengan menginstruksikan para kepala dinas untuk melakukan penjemputan para KSH.
“Apalagi saya mendengar akan ada halal bi halal mengundang KSH. KSH kan jumlahnya banyak, sekitar 16 ribu, dan dibebankan kepada dinas-dinas untuk menjemput mereka (KSH, red). Kabarnya 1 dinas menjemput 1000 KSH,” jelasnya.
Baca Juga: Halal bi Halal Pemkot Surabaya, Armuji: Momen Silaturahmi dan Komitmen Layani Warga
"Untuk menjemput KSH, ada sejumlah pejabat di Pemkot harus menyewa Bis. Dikhawatirkan anggaran yang digunakan menggunakan APBD," sergahnya.
Terkait upaya ini, Imam mengingatkan agar kepentingan kampanye Walikota Surabaya jangan sampai melanggar hukum.
“Jangan sampai melanggar hukum. Intinya sepanjang tidak menyalahgunakan kekuasaan, sah-sah saja,” tukas Imam Syafi'i. ***
Artikel Terkait
Capaian dan Harapan: Kopdarda PSI Surabaya dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Surabaya
PDIP dan PPP Surabaya Dukung Eri-Armuji Maju Pilwali kembali, Ini Tandanya!
Buka Bersama Banteng Tegalsari, Achmad Hidayat: PDIP pada 2024 Tegaskan Legacy sebagai Partai Wong Cilik
Pilkada Surabaya 2024, Risma masih Punya Pengaruh
Harapan Warga, PDIP Surabaya Dukung Duet Eri-Armuji di Pilkada 2024