Minggu, 25 Oktober 2026

Merah Muda Fest, PDI Perjuangan Ajak Anak Muda Surabaya Berani Speak Up

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:16 WIB

“Anak-anak muda ini nantinya menjadi ujung tombak bangsa. Karena itu, mereka harus selalu kita ikutkan dalam setiap kegiatan maupun agenda kepartaian,” ungkapnya.

Armuji juga menyebut, sesi podcast bersama anggota DPRD menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami lebih jauh tugas dan fungsi wakil rakyat. Sementara itu, keterlibatannya sebagai narasumber diharapkan bisa membuka ruang dialog mengenai pemerintahan dan pembangunan Kota Surabaya.

Kantor Partai Ingin Menjadi Rumah bagi Anak Muda

Di balik kemeriahan panggung dan perbincangan politik, Merah Muda Fest membawa gagasan yang lebih luas: menghadirkan kantor partai sebagai ruang terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Elni Nainggolan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan bahwa kantor PDI Perjuangan Surabaya dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkegiatan, berkreasi, dan menyampaikan aspirasi.

“Intinya, ini momentum Sumpah Pemuda sebagai wujud komitmen bahwa kantor PDI Perjuangan adalah rumah untuk semua kalangan, apalagi anak muda,” ujarnya.

Ke depan, DPC PDI Perjuangan Surabaya berencana menghidupkan kembali balai kreasi dan mengembangkan berbagai inovasi, termasuk podcast serta forum diskusi yang melibatkan anak muda.

Merah Muda Fest pun direncanakan menjadi kegiatan rutin setiap Rabu. Dengan pola berkelanjutan, aspirasi yang muncul diharapkan tidak berhenti sebagai percakapan sesaat, melainkan dapat ditampung, ditindaklanjuti, dan dikawal bersama.

“Jangan cuma sekali datang, terus menyuarakan aspirasi, tapi setelah itu hilang. Kami ingin ini dikawal terus-menerus. Forum ini menjadi rutin supaya kedekatan anak muda dengan PDI Perjuangan semakin kuat,” jelas Elni.

Ia juga menyoroti pentingnya memastikan anak muda dapat mengakses berbagai program dan fasilitas yang telah disediakan pemerintah kota. Menurutnya, pembangunan dan kebijakan yang ditujukan bagi generasi muda perlu diimbangi dengan keterlibatan aktif mereka dalam mengawal pelaksanaannya.

Sebab, ruang dan program yang tersedia akan lebih bermakna apabila benar-benar diketahui, dijangkau, dan dimanfaatkan oleh mereka yang menjadi sasaran.

Sumpah Pemuda Tak Cukup Dirayakan, Harus Dihidupkan

Merah Muda Fest merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda. Sebelumnya, kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih pantai. Agenda berikutnya direncanakan mencakup kegiatan pendakian Gunung Penanggungan melalui kolaborasi dengan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

Rangkaian tersebut dirancang untuk memadukan kepedulian lingkungan, kreativitas, kebersamaan, dan keberanian menyuarakan gagasan.

Pada akhirnya, semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang ikrar yang lahir pada 1928. Semangat itu juga perlu diterjemahkan menjadi kesempatan nyata bagi generasi muda untuk berpartisipasi, mengawasi kebijakan, serta ikut menentukan arah pembangunan.

Di tengah dinamika politik yang kerap terasa jauh dari kehidupan sehari-hari, ruang dialog seperti Merah Muda Fest membuka peluang agar anak muda tidak hanya menjadi penonton.

Sebab, generasi muda tidak selalu membutuhkan panggung untuk sekadar tampil. Mereka juga membutuhkan ruang untuk bertanya, berbeda pendapat, menyampaikan kritik, dan memastikan bahwa suara mereka benar-benar diperhitungkan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini