Jumat, 5 Juni 2026

Video Pidato Ahmad Dhani: PKI Gabung dengan PDIP dan NU

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Jumat, 8 Februari 2019 | 10:49 WIB

Kuasa Hukum: Tidak Perlu Diperdebatkan


Jakarta NAWACITA – Salah seorang netter menggugah video Ahmad Dhani sedang berpidato yang bercerita tentang Nasakom (nasionalis, agama dan komunis). Video itu pun beredar dan menjadi viral di media sosial (medsos). Video tersebut diunggah di Twitter oleh akun @qitmr, Rabu (6/2/2019).

Dalam video tersebut, Dhani mengatakan bahwa nasakom itu menurut dia, didukung PKI dan Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Dhani juga menyinggung tentang organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibubarkan pemerintah.

"Dulu pendukung nasakom, banyak anak-anak NU, meskipun yang sudah di PBNU, teman-teman saya nggak paham itu bahwa dulu yang dukung nasakom bersama PKI dalam komunisnya PKI itu NU. Nah sekarang ini mereka sudah bergabung PDIP, NU dengan komunisnya nih. Jadi HTI itu tidak ada apa-apanya dengan nasakom. HTI tidak merubah ideologi Pancasila," kata Dhani seperti dalam video.

Pentolan grup band Dewa 19 yang terjun ke dunia politik itu juga mengatakan, PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) sendiri tidak menganggap nasakom bertentangan dengan Pancasila. Bahkan, ia juga meyakini Presiden Jokowi tidak menganggap nasakom bertentangan dengan Pancasila.

"Tapi ideologi PDIP itu beranggapan bahwa Pancasila.... Bahwa nasakom itu tidak bertentangan dengan Pancasila. Kalau kita tanya di debat, misalnya nanti kalau ada keberanian dari Sandiaga Uno, tanya kepada Jokowi, menurut Jokowi nasakom itu bertentangan nggak dengan Pancasila. Saya yakin Pak Jokowi dalam hatinya dia akan menjawab tidak bertentangan," ujar Dhani.

Menanggapi beredarnya video tersebut, pengacara Dhani, Hendarsam Marantoko, yang dibahas Dhani dalam video tersebut bukan suatu hal yang perlu diperdebatkan. Hendarsam menyebut Dhani hanya bercerita sejarah tentang nasakom.

"Nggak ada juga yang perlu dijadikan kontroversi karena apa yang diceritakan di sana itu kan adalah sejarah. Mas Dhani hanya menceritakan sejarah bahwa pada saat itu, di masa itu bahwa memang ada, Bung Karno itu menciptakan suatu apa namanya itu, bukan ideologi ya, untuk mempersatukan ketiga unsur terbesar di Indonesia ya kan yang membuat itu dengan istilah nasakom kan, nasionalis, agama, komunis pada saat itu. Bahwa nggak ada yang salah," kata Hendarsam dolansir dari detik,com, Kamis (7/2).

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB