Jumat, 5 Juni 2026

Tantangan Politik dan Hukum pada Pemilu 2024: Kritik Prof. Ikrar Nusa Bakti Terhadap Peran Negatif Presiden

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 10 Januari 2024 | 16:04 WIB
Tantangan Politik dan Hukum pada Pemilu 2024, Prof. Ikrar Nusa Bakti beberkan hal ini (Foto: Prof. Ikrar Nusa Bakti)
Tantangan Politik dan Hukum pada Pemilu 2024, Prof. Ikrar Nusa Bakti beberkan hal ini (Foto: Prof. Ikrar Nusa Bakti)

NAWACITAPOST.COM - Pada acara seminar kebangsaan bertajuk "Tantangan Politik dan Hukum pada Pemilu 2024" yang digelar di Tower Hermina, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada tanggal 10 Januari 2024, Prof. Ikrar Nusa Bakti memberikan kritik tajam terhadap peran negatif presiden dalam pemilu tersebut.

Menurut Prof. Ikrar Nusa Bakti pemilu 2024 mendatang ini dapat dianggap sebagai yang terburuk dalam sejarah Indonesia.

Salah satu poin yang disoroti oleh Prof. Ikrar Nusa Bakti adalah ketidak konsistenan antara kata dan tindakan presiden. 

Baca Juga: Tak Hanya Guru Ngaji, Ganjar-Mahfud Bakal Gaji Guru Agama Lain

Prof. Ikrar Nusa Bakti berpendapat bahwa presiden tidak selaras dalam menjalankan janji dan tindakan yang diambil selama memimpin Negara Indonesia.

Hal ini memberikan dampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

Poin berikutnya yang diangkat oleh Prof. Ikrar adalah dugaan rekayasa hukum untuk memastikan putra sulung presiden lolos sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Baca Juga: Tak Hanya Guru Ngaji, Ganjar-Mahfud Bakal Gaji Guru Agama Lain

"Merekayasa hukum agar putra sulungnya lolos menjadi cawapres," ujar Prof. Ikrar Nusa Bakti dalam seminar Tantangan Politik dan Hukum pada Pemilu 2024 di Tower Hermina, Kemayoran, Jakarta Pusat, 10 Januari 2024.

Ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya praktik nepotisme yang dapat merugikan demokrasi dan keadilan dalam pemilihan umum.

Selanjutnya, Prof. Ikrar menyoroti upaya rekayasa politik yang dilakukan presiden agar mendapatkan dukungan politik dari berbagai pihak, bahkan dengan mengubah dukungan politik dari pihak lain ke arahnya.

Baca Juga: Kabsumsi Yantah Rutan Balikapapan Beserta Jajaran Laksankan Sosialisasi Bagi Warga Binaan

Prof. Ikrar Nusa Bakti juga mengkritik pendidikan politik yang dianggap buruk, terutama dalam hal etika dan politik, yang diberikan kepada generasi muda.

Ketidakpedulian terhadap masa depan demokrasi Indonesia menjadi sorotan berikutnya.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB