Jumat, 5 Juni 2026

Poster Idul Adha DPC PDIP Surabaya Tanpa Foto Megawati, Kader Senior: Ini Seperti Menghapus Sejarah!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 5 Juni 2025 | 20:05 WIB
Beredar Poster Selamat Hari Raya Idul Adha DPC PDIP Surabaya tanpa gambar ketua umum Megawati (Istimewa-Nawi)
Beredar Poster Selamat Hari Raya Idul Adha DPC PDIP Surabaya tanpa gambar ketua umum Megawati (Istimewa-Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Sebuah poster ucapan Hari Raya Idul Adha dari DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menjadi sorotan tajam. Poster yang beredar menampilkan wajah Bung Karno, lengkap dengan tiga pimpinan DPC PDIP Surabaya. Yordan M. Batara Goa (Plt Ketua), Baktiono (Sekretaris), dan Taru Sasmita (Bendahara).

Namun yang menjadi pertanyaan publik adalah absennya foto Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Poster bernuansa merah dengan simbol banteng moncong putih itu memuat ucapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1446 H, namun tidak mencantumkan foto Megawati — sosok sentral yang telah memimpin partai sejak era reformasi dan menjadi simbol kebesaran partai banteng.

Baca Juga: Pastikan Tak Ada Konflik, PDIP Surabaya Fokus Reorganisasi Partai

Hal ini memicu kekecewaan dari kalangan kader senior PDI Perjuangan Surabaya. Solikan, tokoh Promeg dan mantan panitia Kongres Luar Biasa (KLB) PDI 1993 di Sukolilo, menyayangkan langkah komunikasi politik DPC Surabaya yang dinilai “melupakan sejarah”.

“Kota Surabaya memiliki sejarah panjang terhadap kemerdekaan, Bung Karno, dan terpilihnya Ibu Megawati Soekarnoputri dalam KLB PDI Sukolilo tahun 1993. Surabaya, Bung Karno, dan Ibu Megawati itu satu tarikan napas perjuangan,” tegas Solikan saat dikonfirmasi, Kamis (6/6/2025).

Menurutnya, menghapus simbol dan sosok Megawati dari atribut resmi partai—apalagi di momen besar seperti Idul Adha dan Bulan Bung Karno—sama halnya dengan mengingkari sejarah.

Baca Juga: Achmad Hidayat Bongkar Ambisi Jabatan di Balik Kekacauan Internal PDIP Surabaya

“Ini bukan hanya soal desain. Ini soal arah politik. Kalau Ketua Umum sendiri tidak ditampilkan, lalu panutan kader di mana?” lanjutnya.

Solikan menambahkan bahwa sejarah PDI Perjuangan di Surabaya tidak bisa dilepaskan dari peran Megawati sebagai ikon konsistensi dan keberanian menghadapi represi politik di era Orde Baru.

“Tanpa Megawati, tidak ada PDI Perjuangan seperti sekarang. DPC seharusnya mengerti ini,” ujarnya.

Baca Juga: DPC PDIP Surabaya Siapkan Kader Penggerak Koperasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Ia pun berharap agar DPP PDI Perjuangan segera mengevaluasi arah kebijakan komunikasi politik DPC Surabaya. “Ini sinyal buruk. Jangan sampai ada yang ingin membelokkan arah sejarah. Apalagi ini di Surabaya, kota kelahiran Bung Karno dan kota saksi kebangkitan Megawati,” pungkasnya.

Menurut pengamat politik lokal, visualisasi dalam materi partai bukan sekadar persoalan desain grafis, tetapi mencerminkan afiliasi ideologi, hierarki, dan sikap politik struktural. Absennya Ketua Umum dalam poster DPC PDIP Surabaya dinilai sebagai cacat naratif yang serius dalam komunikasi publik partai.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB