Dokumen tersebut bukan kertas biasa; ia adalah rekaman hitam di atas putih mengenai air mata, keringat, dan jeritan riil para guru di NTT dan Flores Timur. Dokumen sakral ini kini resmi menjadi peluru bagi DPR RI untuk merombak wajah kebijakan pendidikan Indonesia agar lebih manusiawi dan berkeadilan.
Perjuangan dari ujung timur nusantara telah dititipkan di jantung ibu kota. Kini, publik menunggu: Akankah Senayan benar-benar mewujudkannya?(FKD)