NAWACITAPOST.COM — Keluhan pemilik mobil listrik Wuling Air ev mengenai gangguan kendaraan kembali menjadi sorotan publik. Seorang konsumen mengaku harus mendatangi bengkel resmi hingga lima kali guna menangani persoalan berulang pada komponen fuse Power Distribution Unit (PDU).
Masalah kelistrikan tersebut dialami sang pemilik sejak awal masa kepemilikan unit pada 2022 lalu. Namun, setelah serangkaian penanganan dan pemeriksaan di bengkel resmi, derita pemilik kendaraan berdaya listrik ini tak kunjung usai.
Keluhan terbaru yang disampaikan konsumen tidak lagi terbatas pada kerusakan fuse PDU semata, melainkan meluas hingga melumpuhkan fungsi panel instrumen (instrument cluster) serta merusak sistem pendingin udara (air conditioner/AC).
Pengalaman pahit tersebut dibagikan secara terbuka melalui akun media sosial Threads @yaabxxx. Dalam unggahannya, sang pemilik meluapkan kekecewaan mendalam atas kualitas kendaraan dan efektivitas layanan perbaikan purnajual yang diterimanya.
"WULING AIR EV RAJANYA BOLAK BALIK BENGKEL BELI DARI AWAL KELUAR 2022. Dari awal pemakaian sudah keluar masalah FUSE PDU. Sampai tahun ini, sudah 5 KALI bolak-balik bengkel untuk mengurus masalah yang sama." si pemiliknakun yang dilihat Jumat (6/11/2026).
Tidak berhenti di situ, unggahan tersebut secara rinci memaparkan bagaimana kegagalan fungsi komponen terus merembet ke sistem lain. Pemilik mengungkapkan adanya gangguan serius pada Integrated Circuit (IC) cluster yang berakibat fatal pada matinya indikator kecepatan kendaraan.
Selain lumpuhnya penunjuk kecepatan (speedometer), sistem pendingin udara di dalam kabin turut mengalami kegagalan fungsi total. Meskipun blower AC masih bekerja menghembuskan udara, sistem gagal menurunkan suhu kabin.
"Sekarang muncul masalah baru lagi, IC CLUSTER bermasalah sampai speedometer MATI TOTAL! Dan yang lebih parah, AC ikut bermasalah. Nggak dingin sama sekali, cuma keluar angin doang!" Keluhnya lagi.
Secara teknis, hingga kini belum dapat dipastikan apakah rentetan kegagalan fungsi pada fuse PDU, IC cluster, serta sistem AC tersebut saling berkaitan dalam satu skema kerusakan kelistrikan utama (main electrical failure), ataukah merupakan masalah teknis yang berdiri sendiri-sendiri.
Investigasi dan pemeriksaan komprehensif mendalam mutlak diperlukan untuk mengisolasi sumber masalah pada sistem tegangan tinggi maupun tegangan rendah kendaraan listrik tersebut.
Ujian Krusial Layanan Purnajual dan Kepercayaan Konsumen EV
Fenomena kunjungan berulang ke bengkel tanpa penyelesaian tuntas ini mengekspos tantangan besar dalam manajemen layanan purnajual (aftersales service) serta kapabilitas diagnosis teknisi kendaraan listrik di Indonesia.
Bagi konsumen, ketidakpastian perbaikan atas keluhan yang sama berulang kali tidak hanya menyita waktu, tetapi juga menggerus rasa aman dalam berkendara. Dalam arsitektur kendaraan modern berteknologi tinggi, proses penanganan tidak boleh sekadar mengganti komponen yang rusak di permukaan (symptom treatment).
Bengkel resmi dituntut memiliki metodologi diagnosis yang sanggup merunut hingga ke akar permasalahan (root cause analysis), sehingga tindakan korektif yang diambil tepat sasaran dan mencegah perembetan ke modul elektronik lain.
Kegagalan fungsi pada panel instrumen yang memuat informasi krusial seperti kecepatan kendaraan dan status daya baterai jelas menyangkut aspek keselamatan berkendara (safety driving). Begitu pula dengan malafungsi sistem AC yang memerlukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kompresor listrik, kendali modul, hingga sirkulasi refrigran.
Di tengah pesatnya adopsi kendaraan listrik di Tanah Air, efektivitas penanganan keluhan purnajual menjadi fondasi utama dalam menjaga kredibilitas brand dan kepercayaan publik terhadap ekosistem kendaraan ramah lingkungan.
Transparansi hasil inspeksi teknis, rekam jejak perbaikan yang terukur, serta kepastian jaminan solusi menjadi hak mendasar yang dituntut oleh pemilik kendaraan. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari rangkaian gangguan teknis pada Wuling Air ev milik konsumen tersebut masih belum teridentifikasi secara pasti.
Belum tersedia pula penjelasan teknis resmi yang mengonfirmasi keterkaitan antara masalah kronis fuse PDU dengan matinya speedometer dan hilangnya fungsi pendingin AC.
Konfirmasi, klarifikasi teknis, serta pernyataan resmi dari pihak Wuling Motors sangat dinantikan untuk memberikan kepastian hukum dan teknis bagi konsumen, sekaligus menjelaskan langkah-langkah konkret yang akan diambil guna menyelesaikan permasalahan pada unit kendaraan terkait.(***)
Artikel Terkait
Benteng Fiskal RI Diguncang Eskalasi Global, Suahasil Nazara Pastikan APBN Jadi Shock Absorber
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Profil 3 Jenderal Polri yang Ditetapkan Tersangka
Gubernur Pramono Lantik 3.418 PNS DKI, Inklusivitas Nyata Hadirkan 15 Pegawai Disabilitas
Subulussalam dan Aceh Selatan Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam Banjir Bandang
Serangan Spyware Canggih Guncang 99 Negara, Pengguna iPhone Wajib Waspada!