NAWACITAPOST.COM — Aksi pembalap muda Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, menjadi sorotan utama jelang balapan sengit kelas Moto3 GP Jepang di Sirkuit Mobility Resort Motegi hari ini, Minggu (4/10/2026).
Perjuangan sang debutan yang harus memulai perlombaan dari barisan tengah-belakang menyita perhatian publik Tanah Air, menjanjikan drama sengit di atas lintasan.
Perjalanan Veda menuju balapan utama sebenarnya dimulai dengan catatan yang sangat menjanjikan. Pada sesi latihan hari pertama, pemuda asal Gunungkidul tersebut tampil kompetitif di lintasan.
Baca Juga: Dampingi Presiden Prabowo, Menkeu Suahasil Nazara Hadiri Peresmian Museum Kesaktian Pancasila
Seperti dikutip dari MotoGP.com, Veda sempat berada di luar zona sepuluh besar pada paruh sesi, Veda melakukan gebrakan krusial pada percobaan terakhirnya. Ia sukses mempertajam catatan waktunya hingga menembus angka 1 menit 55,597 detik.
Torehan impresif tersebut mengantarkannya finis di posisi kedelapan, sekaligus mengamankan tiket kelolosan otomatis langsung ke sesi Kualifikasi 2 tanpa harus melalui sesi awal.
Performa cemerlang itu turut mendapat apresiasi dari manajemen tim yang memuji peningkatan kecepatan sang pembalap dalam memangkas selisih waktu dari para rival di barisan depan.
Kendati demikian, rintangan berat menghadang saat sesi kualifikasi penentuan posisi start berlangsung. Dalam upaya memacu kendaraan demi mendapatkan hasil terbaik, Veda mengalami insiden kecelakaan di tikungan sirkuit.
Baca Juga: Kanwil DJP Jakarta Khusus Dobrak Ekosistem Perpajakan Melalui Sinergi Konsultan dan Tata Kelola
Kejadian tersebut menghentikan usahanya lebih cepat dan memaksanya harus puas menempati posisi start ke-18 untuk balapan utama hari ini.
Menanggapi hasil tersebut, Veda memilih bersikap ksatria dan tidak mencari-cari alasan atas insiden yang dialaminya.
Ia menyatakan bahwa kejadian di lintasan merupakan bagian dari proses pembelajaran penting bagi seorang pembalap untuk terus berkembang di ajang balap level dunia.
Walaupun harus memulai lomba dari barisan belakang, semangat juang pembalap andalan Indonesia ini sama sekali tidak surut.
Berbekal ritme kecepatan motor yang terbukti kompetitif sepanjang sesi latihan bebas sebelumnya, Veda optimis bahwa potensi kendaraannya jauh lebih baik daripada posisi start yang dimilikinya saat ini.
Ia bertekad untuk mengerahkan kemampuan maksimal demi melakukan aksi pemulihan posisi dan merangsek naik ke barisan depan guna mendulang hasil positif di markas besar Honda.
Artikel Terkait
Polemik Bansos Beras 30 Kg di Kenali Besar Jambi Tuai Sorotan Sharp
Era Baru Perlintasan Udara Semarang: 10 Unit Autogate Imigrasi Resmi Beroperasi
Masinis Argo Bromo Tersangka, Kritikan Publik Mengalir Deras di Media Sosial
Gempur Tiga Titik Kritis, Ratusan Massa AN-PP Duduki Gedung DPRD Padangsidimpuan
Sapu Bersih Konsolidasi Papua Barat Daya, DPW PASTI Tuai Pujian dan Apresiasi