news

Tak Hanya Terjadi Pada Jenjang TK, Raport Bisa Jadi Jaminan di Tingkat SD

Kamis, 29 Juni 2023 | 13:39 WIB
Gambar Ilustrasi Sumbangan rasa pungutan

Nganjuk, NAWACITApost.com - Salah satu siswa Sekolah Dasar (SD) di Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dipaksa oleh oknum Kepala Sekolahnya untuk menjaminkan Raportnya dikarenakan belum membayar iuran yang dimaksud.


Informasi yang dihimpun jurnalis Nawacitapost.com pada berita sebelumnya yang berjudul "Kabar Gembira, Belum Bayar Iuran Pendidikan Raport Bisa Jadi Jaminan" dua siswa TK bernama Febriana Nuria Husna, anak kedua dari pasangan suami istri (pasutri) Tiarsin dengan Endang Suprihatin, juga atas nama Silvia Nur Destiana anak ketiga dari pasangan suami istri (pasutri) Haryono dan Siti Romelah, raportnya juga ditahan oleh oknum Kepala Sekolahnya.


Sementara siswa SD tersebut merupakan warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.




-
Foto orang tua wali siswa yang Raportnya ditahan

Menurut keterangan yang diterima dari orang tua/wali siswa tersebut mengatakan bahwa raport anak tidak dikasihkan dikarenakan belum membayarkan uang sebanyak Rp 132.000 (Seratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah) dengan rincian LKS semester 2 = Rp 92.000 (Sembilan Puluh Dua Ribu Rupiah) dan Sampul = Rp 40.000 (Empat Puluh Ribu Rupiah).




-
Bukti rincian yang harus dibayarkan oleh wali siswa ke sekolah

"Ya belum ada dana untuk membayar, juga iuran keramik namun tidak dicantumkan dalam rincian yang saya terima, untuk sampul yang dimaksud adalah sampul raport," katanya.


Wali siswa tersebut menambahkan bahwa anaknya pindahan dari SD Negeri 1 Kutorejo, Kertosono dan pindah pada semester 2.


"Saya juga sempat menghubungi wali kelasnya via WhatsApp terkait belum bisa membayar, namun balasan dari wali kelasnya menjawab "Ngapunten belum bisa bu" jadi saya tidak mengambil raport anak saya," imbuhnya.




-
Bukti chat antara wali siswa dan wali kelas

Sementara wali kelasnya Ririn Retno Pamudji ketika dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.


"Tidak benar pak,...kmrn itu yang ada memang belum diambil,...
Bisa dikonfirmasi ke beberapa orang tua,...???, Mohon maaf saya selalu menulis kekurangan setiap anak agar kebelakang nya saya tidak disalahkan,....nah setiap ada yang tanya anak saya kurang berapa ,saya tunjukkan kekurangan nya .....
Pembagian raport kemarin,ada yang kurang atau diambil dan bilang ,saya cicil atau apa pun alasannya tetap saya berikan," kata Ririn Retno Pamudji yang biasa akrab disapa Ririn, pada Rabu (28/6/2023).


Ririn menambahkan, Untuk 2 anak yang belum mengambil
Yang pertama itu karena belum setor hasil ujian PAT sehingga pengolahan raport belum jadi
Yang kedua orang tuanya tidak mengambil.


"Klo itu selama datang mengambil ,saya berikan... seperti beberapa anak yang masih punya kekurangan klo sudah datang pasti tak berikan," imbuhnya.


Ketika disinggung terkait adanya balasan "Ngapunten belum bisa bu" Ririn mengungkapkan, Ya Allah padahal saya sudah berusaha sebaik baiknya melayani,...bapak bisa bertanya ke orang tua anak yang ambil rapot dan masih punya kekurangan ,apakah rapotnya tidak saya berikan???," pungkasnya.(Skr/Sin)

Tags

Terkini