NAWACITApost.com - Ribuan warga memadati Alun-Alun Wilaraja Kota Mojokerto dalam rangka menyemarakan “Pesta Rakyat” pada rangkaian HUT ke-105 Kota Mojokerto. Perhelatan ini digelar oleh Pemkot Mojokerto, pada Selasa pagi (20/6).
Dalam rangka HUT ke-105 Kota Mojokerto, Pesta rakyat yang digelar usai upacara itu mengusung tema kebudayaan. Yakni menyuguhkan tari kolosal “Harisani Senthosa” oleh 128 siswa-siswi dari SMP, SMA, SMK, serta sanggar seni se-Kota Mojokerto.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyaksikan langsung kemeriahan ini. Menko PMK didampingi Deputi bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Didik Suhardi, serta Staf Khusus Menteri Khoirul Muttaqin.
Hadir juga Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Direktur Perlindungan Budaya Kemendikbudristek Irini Dewi Wanti, Konsulat Jenderal Jepang Wilayah Surabaya Takeyama Kenichi, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto, Wakil Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia Fumihiro Kobayashi, serta Wakil Presiden PT Panasonic Gobel Life Solutions Manufacture Indonesia Heru Santoso.
Muhadjir menyampaikan, bahwa momen yang berbahagia ini perlu dimaknai untuk melihat kembali sejarah besar Kota Mojokerto. Kota ini berdiri di situs sejarah pusat Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya di Nusantara. Muhadjir berharap Kota Mojokerto saat ini dapat mewarisi sejarah kejayaan Kerajaan Majapahit masa lalu itu.
Muhadjir juga mengingatkan bahwa Kota Mojokerto merupakan tempat masa kecil pendiri bangsa sekaligus presiden pertama Indonesia Sukarno mengenyam sekolah dasar. Keduanya perlu dilihat dan dijadikan sebagai sejarah kebesaran yang dapat memupuk semangat dalam membangun kota.
“Saya kira kedua sejarah besar itu dapat memberikan semangat untuk membangun kota yang berdikari dan mandiri,” imbuh Muhadjir saat memberikan sambutan di hadapan ribuan warga.
Selain itu, Muhadjir menambahkan masyarakat dan pemerintah kota harus bisa memanfaatkan bonus demografi yang saat ini tengah dihadapi oleh Kota Mojokerto. Mengingat 70 persen dari jumlah penduduk kota itu merupakan penduduk dengan usia produktif.
Menurutnya hal ini dapat menjadi modal untuk dapat lebih dulu menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 dibandingkan dengan daerah lainnya.
“Bonus demografi yang lebih dulu dirasakan oleh Kota Mojokerto harus bisa betul-betul dimanfaatkan. Sehingga dapat membawa daerah ini menjadi kota yang kuat, hebat, dan melesat,” kata Muhadjir.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ini pertama kali digelar di Alun-Alun Wilaraja. Hal ini dilakukan dalam rangka merayakan rampungnya renovasi alun-alun yang telah dibangun dengan nuansa Majapahit.
Ia menerangkan bahwa pesta rakyat itu juga menyuguhkan 105 gerobak pedagang kaki lima (PKL) berisi tidak kurang dari 31.000 porsi makanan gratis yang berjejer di seputar alun-alun.
“Kami selenggarakan disini karena kami berbahagia dan berbangga hati Alun-Alun Kota Mojokerto telah berubah menjadi nuansa Majapahit yang kental untuk menyambut hari bersejarah ini,” ujar Ika.
Dalam kesempatan itu dilakukan juga pemotongan gunungan tumpeng raksasa yang dilakukan oleh Muhadjir bersama Wali Kota Mojokerto dan dilanjutkan dengan sesi “Grebeg Gunungan” yang diikuti oleh seluruh warga yang hadir.