news

Miris! Sarjana Paling Banyak Jadi Koruptor

Senin, 12 Juni 2023 | 15:45 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Sungguh miris! Banyak orang berpendidikan tinggi justru menjadi koruptor di Indonesia. Hal itu diakui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyampaikan sebagian besar koruptor di Indonesia merupakan sarjana.

Data tersebut diungkapkan Mahfud saat memberikan sambutan kunci pada Dies Natalies ke-54 Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe, Aceh, pada Senin (12/6/2023). "Jumlah koruptornya itu 1.200 (orang), dari 87 persen, artinya 1.044 koruptor itu adalah sarjana,” kata Mahfud, dikutip Senin (12/6/2023).

Mahfud mengatakan bahwa korupsi merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Itu sebabnya, ia sering berbicara soal korupsi. Terlebih, indeks persepsi korupsi Indonesia turun di angka 34.

Indeks persepsi korupsi (IPK) atau corruption perception index (CPI) Indonesia merosot 4 poin, dari 38 pada 2021 menjadi 34 pada tahun 2022. Selain itu, rangking Indonesia turun 14 tingkat, dari 96 menjadi 110.

“Di tahun 2022 indeks persepsi korupsi kita terjun dari 38 ke 34, itu membuat kita kaget. Korupsinya makin menjadi-jadi berarti. Di mana itu, di sektor-sektor mana?” kata Mahfud dalam sambutannya pada acara “23 Tahun KPPU” di Sarinah, Thamrin, Jakarta, Minggu (11/6/2023).

Karena penasaran, Mahfud pun mengundang lembaga-lembaga internasional guna membahas turunnya IPK Indonesia. Kesimpulannya, kata dia, memang terjadi conflict of interested di dalam jabatan-jabatan politik.

"Di DPR, itu terjadi transaksi di balik meja, Mahkamah Agung, pengadilan bisa membeli perkara. Di pemerintah, di birokrasi sama, itu temuannya,” ujar Mahfud lagi.

Berdasarkan data KPK, orang yang terlibat korupsi didominasi bergelar master at‎au magister (s2). Kemudian disusul sarjana (s1), terakhir bergelar doktor (s3). "SMA sedikit, SMP hampir-hampir sedikit, ikut bantu-bantu gitu kan, ya terjepit di antara keadaan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif.

 

Tags

Terkini