Magelang, NAWACITApost.com - PT Meccaya sukses menggelar festival budaya di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan dan memperkaya kekayaan budaya Indonesia, sekaligus dalam rangka menyambut perayaan hari Raya Waisak 2023.
"Rangkaian acara ini merupakan bagian dari hari Waisak nasional," kata President Director PT Meccaya Ricky Surya Prakasa, di Magelang, Minggu (4/6/2023).
Festival budaya yang diadakan oleh PT Meccaya berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai dari tanggal 1 hingga 4 Juni 2023. Acara ini merupakan kolaborasi dari beberapa organisasi, di antaranya MUNI, P3I, WPO, dan CEO Indonesia.
Ricky menjelaskan, ada 3 misi besar yang ingin disampaikan PT Meccaya melalui festival budaya ini. Di antaranya, menjadikan kawasan Candi Borobudur sebagai pusat festival budaya, pusat gema Nusantara untuk perdamaian dunia, dan pusat wisata ibadah Waisak terbesar.
"Waisak nasional di Borobudur ini milik dunia, tentunya berdampak luas bagi perekonomian masyarakat," kata Ricky.
Festival budaya ini diawali dengan bersih-bersih sungai Praga. Kemudian berlanjut dengan pembagian 450 paket sembako, dan donor darah. Pada hari kedua, diawali dengan prosesi di mata air Vajranala yang dipimpin oleh tokoh adat.
"Festival Merti Karuna Bumi kita lakukan di mata air Vajranala," kata Ricky.
Usai pengambilan air suci di Vajranala, selanjutnya dilakukan prosesi ngiwak atau melepaskan sejumlah ikan ke Sungai Praga. Masih di hari yang sama, namun pada sore harinya digelar 2nd Borobudur International World Peace & Prosperity Event. Kegiatan ini bertujuan untuk menggaungkan perdamaian dunia dan kesejahteraan.
"Perdamaian dunia tidak bisa diwujudkan dengan cara instan, namun harus diupayakan dengan cara yang baik dan benar," kata pimpinan World Peace Organization (WPO) Bambang Hari.
Pada hari ketiga, digelar Festival Bhumi Mandala yang menampilkan upacara payung pusaka, pemecahan kendi, dan penyiraman pohon Bodhi. Kemudian pada sore harinya, digelar Festival Larung Pelita Purnama Sidhi 2023. Kegiatan ini digelar di Candi Pawon, kemudian berlanjut ke Sungai Praga untuk melarung 500 pelita.
"Jadi memang Purna Sidhi itu memang memperingati Tri Suci Waisak, kita meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa berkatnya dan menjadikan pelita itu di hati," kata Ricky.
Acara ini menampilkan berbagai jenis seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya, tari Golek Sri Rejeki, Kisah Sudhana dan Manohara, Bedhaya Manjushri, dan Kisah Mandatara. Selain itu, dilantunkan pula Macapat Babad Prayoga dan Pramodawardhani.
Seluruh rangkaian kegiatan budaya PT Meccaya ditutup dengan Pawai Budaya Padmastana. Kegiatan ini dimulai dari Candi Mendut, kemudian berjalan kaki menuju Candi Borobudur. Ribuan umat Buddha dari berbagai majelis di Indonesia mengikuti arak-arakan untuk mengawali perayaan Hari Waisak Nasional. Prosesi pawai itu untuk mengiringi api suci, air berkah, dan hasil alam.
"Semoga seperti tujuan acara ini, semoga Candi Borobudur akan terus menjadi pusat pergaungan perdamaian dunia, dan pusat festival budaya Nusantara," kata P
Selain itu, PT Meccaya juga menyediakan berbagai stan, yang menjual makanan khas daerah dan produk-produk kerajinan tangan yang unik. Hal ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi hidangan lezat dan juga membeli oleh-oleh khas festival.
Festival Budaya yang diadakan oleh PT Meccaya ini berhasil menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar kota. Keberhasilan acara ini tidak hanya dapat mempromosikan budaya lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Event ini dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional di antaranya anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Pangeran Bhutan H.H Kathok Situ Rinpoche serta Duta Besar dari berbagai negara di antaranya H.E Mr. Radamel Jesus Gomez Azuaje (Venezuela), H.E Mr. Ouadia Benabdellah (Maroko), H.E Mr. Abdallah Sultan Abu Romman (Yordania), dan H.E Mr. Phomme Sidsena (Laos for ASEAN).
Kemudian, Deputy President Director BCA Hendra Lembong dan Ketua Yayasan CEO Indonesia Trisya Suherman juga menghadiri acara bersama Dewi Motik. Selanjutnya, ada Direktur PT Padma Surya Prakasa Jeffry Yunus dan President WPO Bambang Herry Purnomo.
Doa lintas agama juga dilantunkan untuk perdamaian dan kesejahteraan dunia. Petinggi Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Said Asrori memimpin doa secara Islam. Kemudian, ada Pangeran Bhutan H.H Kathok Situ Rinpoche (Buddha), Ida Tjokorda Gede Uttara Partha (Hindu), Romo Dr. Alloy Budipurnomo (Katolik), Pendeta Yakub Sundoyo, S.Si., MBA. (Kristen) dan JS Kristan (Konghucu).