Magelang, NAWACITApost.com - Tahun ini menjadi kali kedua PT Meccaya berkolaborasi dengan MUNI, WPO, P3I, dan dan CEO Indonesia menggelar festival budaya bertajuk 2nd Borobudur World Peace & Prosperity Event. Borobudur, situs candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Jawa Tengah, masih menjadi tuan rumah untuk gelaran ini.
Acara ini diadakan dengan tujuan untuk mempromosikan perdamaian dunia dan kemakmuran global melalui dialog, kerja sama, dan pemahaman antara negara-negara di seluruh dunia. Dengan latar belakang tersebut, 2nd Borobudur World Peace & Prosperity Event diharapkan dapat menciptakan momentum positif untuk mempromosikan kedamaian dan kerja sama internasional.
"Acara ini diprakarsai Bapak Ricky Surya Prakasa selaku Presiden Direktur dari PT Meccaya sehingga bisa tercipta acara seperti ini yang betul-betul memberikan kontribusi kepada orang banyak," kata Marketing Director PT Meccaya Ferry Salim, di Magelang, Kamis (2/6/2023).
Ferry berharap, acara serupa dapat digelar secara rutin. Karena, menurut Ferry, kegiatan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap perdamaian di dunia. Melalui acara ini, Meccaya ingin menyampaikan bahwa perdamaian itu sangat penting sekali
.
"Di dunia ini kalau tidak ada kedamaian itu akan memecah belah hubungan baik antar sesama negara, bahkan antar keluarga, kalau tidak ada perdamaian artinya tidak ada harmonisasi. Jadi mudah-mudahan di dunia ini tidak ada lagi perang," kata Ferry.
Pada kesempatan ini, turut hadir pula Putri Indonesia 2023, Farhana Nariswari Wisandana untuk membacakan prolog perdamaian dan kesejahteraan dunia. Ia sangat mengapresiasi gelaran 2nd Borobudur World Peace & Prosperity Event. Menurutnya, mempromosikan pariwisata di Indonesia sudah menjadi bagian dari tugasnya.
"Meccaya tentunya sebagai salah satu perusahaan terpandang di Indonesia bisa berkontribusi dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dan semakin memajukan negara Indonesia," kata Farhana.
Sementara itu, pimpinan World Peace Organization (WPO) Bambang Hari mengatakan, PT Meccaya memiliki sudut pandang sendiri dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia. Menurutnya, untuk menuju perdamaian dunia, PT Meccaya bergerak dengan cara memakmurkan masyarakat. Hal itu terlihat dari seringnya perusahaan tersebut menggelar bakti sosial, baik berupa pembagian sembako maupun peduli terhadap kesehatan masyarakat.
"Kebersamaan Meccaya dengan World Peace Organization ini menjadi sebuah paduan sinergi antara pengusaha, dan kami sebagai lembaga non provit yang berorientasi pada bagaimana menciptakan perdamaian melalui gerakan-gerakan moral," kata dia.
Ketua Umum Moeldoko Center Trisya Suherman yang menghadiri secara langsung acara tersebut mengatakan, mengapresiasi penyelenggaraan 2nd Borobudur World Peace & Prosperity Event. Menurutnya, gelaran tersebut sesuai dengan visi dan misi Moeldoko Center, yaitu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa melalui kebudayaan.
"Ini adalah bukti nyata bahwa di Waisak ini, semua agama bisa berkumpul dan bersatu," kata Trisya.
Keberlanjutan menjadi aspek penting dalam mencapai perdamaian dan kemakmuran jangka panjang. Melalui kehadiran para pemimpin dan tokoh masyarakat, acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan kemakmuran dunia ke depanya.
"Festival budaya diadakan dengan misi untuk bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat ingin mengangkat kawasan Borobudur sebagai destinasi wisata yang kaya seni dan budaya," kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto.