NAWACITAPOST.C0M - Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Pimpinan Jenderal TNI (purn) Moeldoko, Saiful Huda EMS (SHE) mengulas perbedaan partai politik secara makro semasa 3 kepemimpinan era Presiden Soeharto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Saiful Huda EMS menyebut pada rezim Soeharto dan SBY merupakan yang sangat brutal. Menurutnya, semuanya dikuasai, dintervensi sehingga dirampas kedaulatannya.
Berbeda yang dirasakan pada era pemerintahaan saat ini, Saiful Huda EMS menyebut era Presiden Jokowi ada pergerakan revolisioner.
"Hanya di masa rezim Soeharto dan Rezim SBY yang sangat brutal, partai politik di negeri ini diintervensi dan dirampas kedaulatannya secara semena mena melalui kaki tangan rezim Soeharto dan Rezim SBY," kata Saiful Huda EMS dalam keterangannya.
-
"Kalau di masa pemerintahan Jokowi ini, pergerakan revolisioner dari para pendiri," sambungnya.
Saiful Huda EMS menambahkan pengurus partai untuk menjungkalkan mafioso partai dari partainya sendiri (partai demokrat) malah nampak dipersulit oleh pemerintah.
"Padahal menteri hukum dan HAM-nya bukanlah orang yang bodoh yang sama sekali tidak tau bagaimana diktatornya SBY, mengintervensi, mereampas dan menyingkirkan para pendiri dan pengurus dari partai demokrat," tulisnya sembari memberi catatlah semua itu di benak dan di buku harianmu, hei AHY. (Saiful Huda EMS)