Jakarta, NAWACITApost.com - Saat ini, masyarakat Malaysia dilanda panic buying akan kekurangan pasokan air bersih di rumah mereka. Masyarakat ramai-ramai memborong air minum di supermarket hingga di beberapa toko stok air mineral habis.
Gangguan sistem di sepanjang Sungai Muda, yang merupakan sumber utama pasokan air bagi masyarakat Penang dan Kedah, telah menimbulkan krisis air yang serius. Sekitar satu juta orang di kedua wilayah tersebut terpaksa bersaing mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Situasi ini semakin memperburuk kekhawatiran masyarakat akan kekurangan air bersih di masa mendatang.
Dikutip dari The Star, Minggu (21/5), kejadian panic buying di Malaysia disebabkan oleh rendahnya curah hujan yang turun dan bendungan yang mengering. Hal tersebut tentu membuat warga khawatir kekurangan stok air bersih di rumah.
Perdana Menteri Chow Kon Yeow telah mengeluarkan imbauan kepada warga Malaysia untuk menghemat penggunaan air sebisa mungkin. Ternyata, persediaan air di bendungan tersebut hanya cukup untuk bertahan selama 120 hari atau sekitar empat bulan ke depan.
Dalam menghadapi krisis air yang semakin mendesak, Presiden Penang Water Watch, Dr. Chan Ngai Weng, mengajukan usulan untuk menaikkan tarif air sebagai langkah mengendalikan pemborosan air. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.
Chan juga menjelaskan bahwa Pemerintah Malaysia khususnya di wilayah Penang dan Kedah, telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dengan baik. Rencana yang disusun oleh pemerintah setempat menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga ketahanan air dan memastikan bahwa masa depan daerah ini tetap terjamin.
“Tidak benar Penang tidak memiliki masa depan untuk ketahanan air. Ada banyak rencana dan pihak pemerintah Penang telah berbicara dengan rekan-rekan mereka di Kedah secara damai,” jelasnya.