Jakarta, NAWACITApost.com - Saat ini, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran sudah bisa digunakan di Malaysia. Dengan demikian, penduduk Indonesia dan Malaysia dapat melakukan pembayaran ritel di kedua negara dengan cara memindai (scan) QRIS atau DuitNow dari ponsel masing-masing.
Adapun QRIS dan DuitNow bisa dijumpai di toko atau pedagang fisik atau online yang menggunakan layanan dari penyedia jasa pembayaran yang berpartisipasi dalam skema ini. Penyedia jasa pembayaran yang berpartisipasi dari Indonesia sebagai issuer meliputi Bank Sinarmas, DANA, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, Bank Syariah Indonesia, LinkAja, Bank Central Asia (BCA), Ottocash, dan Bank Mega.
Sedangkan penyedia jasa pembayaran yang berpartisipasi dari Indonesia sebagai acquirer meliputi Bank Sinarmas, DANA, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, BPD Bali, BCA, Ottocash, Bank Mega, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI).
Kemudian, e-wallet seperti LinkAja, Gopay, OVO, i-Saku, Astrapay, GV e-money, DOKU, Kaspro, Dipay, PACcash, Paprika Multi Media, Virgoku, dan ShopeePay Indonesia. Selanjutnya ada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat & Banten, Bank Nationalnobu, Bank Danamon Indonesia, Bank Maybank Indonesia, BPD DIY, BPD Provinsi Jawa Timur, BPD Sumatera Barat, BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Artha Graha International, Bank DKI, BPD Jambi, BPD NTT, BPD Kaltimtara, BPD Kalimantan Barat, BPD NTB Syariah, BPD Papua, Bank Multiartha Sentosa, BPD Lampung, Bank Neo Commerce, Bank DBS Indonesia, dan BPD Jawa Tengah.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kerja sama ini merupakan bukti penguatan Regional Payment Connectivity (RPC) untuk mendorong pembayaran lintas-negara yang lebih cepat, murah, transparan, dan inklusif, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. "Serta mendukung stabilitas makro-ekonomi dengan mendorong penggunaan mata uang lokal secara lebih luas untuk transaksi bilateral dalam Kerangka Transaksi Mata Uang Lokal," ujar Perry, Selasa (9/5/2023).
Sementara Gubernur Bank Negara Malaysia, Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan, dengan pembayaran lintas batas ini berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata di kedua negara. Setelah Malaysia, Bank Indonesia kini juga sedang menjajaki kerja sama penggunaan QRIS di negara ASEAN-5, seperti Singapura dan Filipina. Selain itu, negara lainnya yang juga sudah ditargetkan untuk QRIS Cross Border adalah India, Jepang, dan Korea Selatan.
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono menambahkan, target untuk QRIS di tahun 2023 mencapai 45 juta pengguna. "Kita memproyeksikan tahun ini pengguna QRIS mencapai 45 juta pengguna dengan nilai transaksi 1 miliar per hari," kata Dicky.