Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mendorong penguatan riset listrik tenaga nuklir. Menurutnya, penguatan itu bida dilakukan melalui kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel).
"Saya juga berharap dapat mengembangkan kerja sama di penguatan riset. Misalnya, di bidang listrik tenaga nuklir," kata Moeldoko, saat menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Lee Sang Deok, Selasa (11/4/2023) kemarin.
Mantan Panglima TNI itu mengapresiasi peran Korsel yang aktif melakukan perekrutan dan pelatihan tenaga kerja Indonesia untuk menjadi ahli di bidangnya. Karena itu, ia berharap agar Korsel dan Indonesia bisa bekerja sama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, khususnya untuk para petani muda di Indonesia.
"Jadi saya berharap ada transfer pengetahuan dan teknologi disini,” imbuhnya.
Sebagai informasi, hubungan diplomatik Indonesia dan Korsel pertama kali terbangun pada tahun 1973. Indonesia merupakan negara satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki kemitraan khusus dengan Korea Selatan.
Tercatat, dalam 9 tahun terakhir, Presiden/Perdana Menteri Korsel melakukan kunjungan kurang lebih sebanyak 3 kali ke Indonesia. Sebaliknya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan kunjungan kurang lebih sebanyak 5 kali ke Korsel.
Data BPKM tahun 2022 juga menyebutkan bahwa Korsel menduduki peringkat ke-3 sebagai negara investor dengan proyek terbanyak di Indonesia yakni sebanyak 2.444 proyek. Nilai investasi Korsel ke Indonesia saat ini terhitung mencapai 1,66 miliar Dolar AS