Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, kendaraan listrik masih terbilang barang baru di Indonesia. Namun, menurutnya, kendaraan listrik memiliki prospek bisnis yang cerah ke depan.
"Kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) ini barang baru yang peluangnya besar," kata Moeldoko, belum lama ini.
Moeldoko mengajak industri otomotif nasional untuk terus mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Ia juga menyampaikan harapannya, agar Indonesia tidak lagi terus menjadi ‘penonton’ atas inovasi produk yang dihasilkan negara lain.
Terlebih, imbuh Moeldoko, Indonesia akan diuntungkan dengan bonus demografi di tahun 2045. Oleh karenanya, momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan teknologi dan sumber daya manusia dalam negeri.
“EV ini adalah momentum untuk kita lompat. Masa potensi yang ada harus diambil negara lain lagi? Masa kita cuma nonton lagi? Terus Indonesia bisa dapat apa? Jadi janganlah peluang ini diberikan kepada negara lain," kata Moeldoko.
Moeldoko mengakui, pengembangan EV masih menemui sejumlah tantangan di Indonesia. Menurutnya, tantangan terbesar pengembangan EV tersebut, salah satunya ketersediaan baterai. "Kita sosialisasi tentang baterai saja tidak mudah karena banyak mispersepsi di masyarakat. Tapi kita punya semangat untuk tidak berhenti menyampaikan informasi terkait hal ini,” kata Moeldoko.
Sebagai informasi, dalam waktu dekat ini Periklindo akan menggelar pameran kendaraan listrik. Pameran yang bertajuk Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) itu akan berlangsung selama 5 hari dari tanggal 17 – 21 Mei 2023 di JIEXPO Kemayoran. Gelaran ini diharapkan bisa menjadi ruang temu antara pebisnis dan pembeli kendaraan listrik.