Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Umum (Ketum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko memuji hasil penemuan para pakar Universitas Jember (Unej) di bidang pertanian. Ada tiga penemuan yang dihasilkan oleh doktor Unej, yakni mocaf, tebu, dan kedelai baluran.
“Pertama, penemuan modified cassava flour (mocaf). Inovasi makanan pengganti beras yang diperoleh dari tepung singkong. Inovasi ini dimulai Profesor Achmad Subagio. Luar biasa," kata Moeldoko, dikutip Senin (27/3/2023).
Penemuan berikutnya, tebu varietas tahan kekeringan oleh guru besar Profesor Bambang Sugiarto. Hebatnya tebu ini, dari rendemen 6,7 bisa menuju ke rendemen 9 sampai 15 persen.
"Ini pekerjaan tidak mudah. Apalagi bobotnya bisa mencapai 145 persen, 80-100 ton,” kata Moeldoko.
Berikutnya ada kedelai Baluran. Inovasi dari Doktor Suyono ini mampu menghasilkan sekitar 2,5-3,5 ton per hektar. "Umur panennya hanya 80 hari dari biasanya 90 hari,” kata Moeldoko.
Menurut Moeldoko, budaya akademis yang dikembangkan Unej betul-betul menjawab persoalan pertanian. Dia lantas menyarankan kepada Unej agar menggandeng pihak swasta untuk memperluas manfaat inovasi tersebut.
"Ini sejalan dengan yang diinginkan presiden. Presiden menginginkan masyarakat Indonesia menanam apa saja, karena kita menghadapi krisis pangan global,” katanya.