Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Umum (Ketum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko meminta petani Indonesia guyub rukun. Dengan begitu, diharapkan para petani lebih siap menghadapi berabagai tantangan ke depan.
"Para petani tetap guyub rukun bersiap menghadapi krisis apa pun," kata Moeldoko, dikutip Senin (27/3/2023).
Mantan Panglima TNI ini juga mengingatkan, para petani waspada dengan fenomena alam EL Nino dan La Nina. El Nino yang diperkirakan terjadi pada Desember 2023 dapat memicu penurunan curah hujan sehingga musim kemarau tambah panjang dan menyebabkan kekeringan. Fenomena ini diperparah dengan ancaman krisis air.
"Kita ini menghadapi ancaman krisis air. Dunia juga akan menghadapinya. Untuk itu, sumber air ditata dan dikelola dengan baik," kata dia.
Moeldoko juga meminta agar para petani menerapkan intensifikasi pertanian. Mengacu pada pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Moeldoko mengatakan, intensifikasi akan memotong masa tanam. Terlebih, lahan baku sawah menyusut 9 persen dalam 5 tahun, dan kini hanya tersisa 7,1 juta hektare.
"Yang didorong Pemerintah adalah upaya intensifikasi pertanian guna meningkatkan produksi," kata Moeldoko.
Sebagai tambahan informasi, sejak setahun terakhir petani Desa Lojejer, Wuluhan, Jember, Jawa Timur telah menanam padi super M70D karya M-Tani. Masyarakat desa telah membuktikan intensifikasi pertanian dengan hasil panen bibit M70D yang mencapai 9 ton per hektar dan masa tanam hanya 75 hari. Angka ini jauh di atas rata-rata hasil panen padi di Indonesia yang menghasilkan 5,7 ton per hektar dengan masa tanam 90 hari.